Gandeng Pelindo dan Pulau Laut Line, Terminal Kijing Mempawah Sukses Ekspor Alumina hingga Kelapa ke Asia
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur Kalbar Ria Norsan melepas ekspor perdana peti kemas senilai Rp21,49 miliar di Terminal Kijing Mempawah. Komoditas alumina dan kelapa dikirim ke pasar Asia. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Provinsi Kalimantan Barat mencatat sejarah baru dalam pengembangan sektor logistik dan perdagangan internasional. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas ekspor perdana peti kemas melalui Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026).
Momentum ini menandai dimulainya operasional layanan ekspor peti kemas langsung dari Kalimantan Barat menuju pasar internasional tanpa harus bergantung lagi pada pelabuhan di luar provinsi.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pulau Laut Line, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi mewujudkan operasional Terminal Kijing sebagai pelabuhan ekspor internasional yang efisien.
“Dengan beroperasinya Terminal Kijing sebagai pintu ekspor langsung, rantai logistik menjadi lebih singkat, biaya distribusi lebih efisien, dan daya saing produk daerah semakin meningkat,” ujar Gubernur Ria Norsan.
Keberhasilan ekspor perdana ini juga melengkapi capaian pembangunan konektivitas Kalimantan Barat pada hari yang sama. Sebelumnya, Gubernur Ria Norsan baru saja meresmikan penerbangan internasional perdana Scoot Airlines rute Singapura–Pontianak–Singapura. Kombinasi konektivitas udara dan pelabuhan laut bertaraf internasional tersebut dinilai kian memperkuat posisi Kalbar dalam jaringan perdagangan global.
“Terminal Kijing harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Ketika biaya logistik semakin rendah, investasi akan tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Gubernur.
Pada kesempatan yang sama, CEO PT Pulau Laut Line, Welter Ong, menjelaskan bahwa keputusan perusahaan membuka layanan di Terminal Kijing didasarkan pada besarnya potensi fasilitas modern yang dimiliki pelabuhan tersebut dalam melayani kapal-kapal berukuran jumbo.
“Terminal Kijing dibangun untuk kapal yang lebih besar dan pelayaran internasional. Kami fokus pada kargo internasional dan layanan feeder. Kami berharap kehadiran Pulau Laut Line menjadi awal bagi semakin banyak shipping line internasional yang masuk ke sini,” ungkap Welter Ong.
Ekspor perdana melalui Terminal Kijing ini mencatatkan total nilai komoditas sebesar USD 1.206.388,36 atau setara dengan Rp21,49 miliar. Kegiatan perdagangan internasional ini melibatkan sejumlah korporasi besar di Kalimantan Barat.
Di antaranya, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 kontainer ukuran 20 kaki berisi alumina menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. PT Borneo Alumina Indonesia mengapalkan 12 kontainer Alumina Hydroxide, sedangkan PT Unicoc Industries Indonesia mengirimkan 2 kontainer desiccated coconut dengan tujuan Pasir Gudang, Malaysia. Selain itu, PT Ferrindo turut mengekspor 10 kontainer kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Terminal Kijing menerapkan dua skema pelayaran terpadu. Pertama, Direct Call, yaitu pengiriman langsung tanpa transit menuju Pasir Gudang, Malaysia. Kedua, Transshipment, yakni pengiriman melalui Pasir Gudang sebagai pelabuhan transit sebelum melanjutkan perjalanan logistik menuju Yangpu, Tiongkok, serta sejumlah negara tujuan lainnya di kawasan Asia.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar