Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pilihan Editor » Berbagi Sultan yang Sama, Hubungan Historis Sambas-Sarawak Diungkap Tour Guide Malaysia

Berbagi Sultan yang Sama, Hubungan Historis Sambas-Sarawak Diungkap Tour Guide Malaysia

  • account_circle Tim Liputan
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Hubungan emosional dan historis antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, ternyata telah mengakar kuat sejak berabad-abad silam. Salah satu bukti otentik yang mengikat kuat kekerabatan dua wilayah bertetangga ini tertuju pada satu nama besar: Sultan Tengah.

Jejak peradaban ini dikupas kembali oleh Mohd Nurnazmi, selaku Tour Guide resmi dari Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia, saat membawa sejumlah awak media asal Indonesia berkunjung ke Makam Sultan Tengah yang berada di kawasan Kampung Santubong, Kuching, Sarawak, Malaysia, Senin (29/6/2026).

Menurut versi penuturan sejarah di Malaysia, Sambas—khususnya Sambas Melayu—memiliki keterkaitan darah yang sangat rapat dengan Sarawak Melayu. Hal tersebut dikarenakan kedua wilayah ini pernah berbagi pemimpin atau sultan yang sama.

“Untuk Sambas, setelah dari sini (Sarawak), beliau sempat menjadi Sultan Sambas. Karena Sultan Tengah ini seorang yang suka mengembara. Beliau berhenti di sini, beliau membangun kerajaan. Beliau berhenti di Sambas, beliau membangun kerajaan di sana,” jelas Nurnazmi.

Nurnazmi memaparkan bahwa keberadaan Sultan Tengah bermula dari wilayah Sarawak yang kala itu berada di bawah naungan Kesultanan Brunei. Berdasarkan data pada papan informasi di kawasan makam, baginda merupakan sultan pertama sekaligus terakhir di Sarawak yang naik takhta sekitar tahun 1599 Masehi dengan gelar Sultan Ibrahim Ali Omar Syah.

Sifatnya yang gemar mengembara membawa Sultan Tengah melakukan perjalanan jauh ke wilayah Johor-Pahang. Menariknya, dalam perjalanan pulang menuju Sarawak, kapal baginda sempat terdampar di Sukadana (sekarang masuk wilayah Kabupaten Kayong Utara/Ketapang). Di Sukadana inilah sang sultan membina rumah tangga.

“Semasa berangkat balik dari Johor, Baginda terdampar di Sukadana dan berkahwin (menikah) di sana. Jadi kita tidak menutup kemungkinan itu (istri orang Sukadana), karena itu saya bilang bahwa Sambas dan Sarawak itu kita tidak jauh berbeda. Maksudnya, beliau memiliki keturunan di sana,” ungkap Nurnazmi.

Pernikahan di tanah Sukadana tersebut kemudian melahirkan keturunan yang menjadi penguasa di Kalimantan Barat. Berdasarkan catatan manuskrip setempat, seorang putera baginda kemudian diangkat menjadi Sultan Sambas, dan seorang putera lainnya menjadi Sultan Matan.

Tulisan yang tertera di dekat makam Sultan Tengah. (Foto: Tim Liputan)

Silsilah inilah yang menjawab mengapa arsitektur istana kuno di Sambas memiliki kemiripan struktur tertentu, walau dalam skala yang lebih minimalis.

Kisah sang pengembara agung ini harus berakhir tragis di tanah Sarawak. Sekembalinya dari tanah Kalimantan, Sultan Tengah mangkat akibat dibunuh oleh anggota keluarganya sendiri di kawasan Batu Buaya pada tahun 1641, dan kemudian jasadnya dimakamkan di Santubong.

Meskipun Dinasti Sultan Tengah di Sarawak telah berakhir, warisannya tidak pernah pudar. Empat nama gelar pembesar Sarawak yang pernah dilantik oleh baginda—yaitu Dato Patinggi Seri Setia, Dato Shahbandar Indera Wangsa, Dato Amar Seri Diraja, dan Dato Temenggong Laila Wangsa—masih tetap kekal menjadi pusaka abadi dan digunakan dalam sistem adat Sarawak hingga hari ini.

  • Penulis: Tim Liputan
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Pelajar SMP dan MTs Singkawang Ikuti Lomba Belarak Perebutkan Piala Bergilir Wali Kota

    Ratusan Pelajar SMP dan MTs Singkawang Ikuti Lomba Belarak Perebutkan Piala Bergilir Wali Kota

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Semangat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah terasa kental di Rumah Adat Melayu Balai Serumpun pada Kamis, 12 Februari 2026 pagi. Momentum ini ditandai dengan pembukaan Lomba Belarak dan Khataman Al-Qur’an tingkat SMP dan MTs se-Kota Singkawang. Kegiatan yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) […]

  • Atraksi Naga Pukau Ribuan Warga Bengkayang, Polres Amankan Jalur Melalui Operasi Liong Kapuas 2026

    Atraksi Naga Pukau Ribuan Warga Bengkayang, Polres Amankan Jalur Melalui Operasi Liong Kapuas 2026

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Kemeriahan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berlangsung semarak pada Minggu, 22 Februari 2026. Atraksi naga yang melintasi kawasan Pos Pengamanan hingga Pasar Bengkayang menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati ruas jalan untuk menyaksikan pertunjukan budaya tahunan tersebut. Momentum budaya ini mendapatkan pengamanan ketat dari jajaran Polres […]

  • Bahayakan Pengendara, Tumpahan Solar di Jalan Pemuda Singkawang Dibersihkan Petugas

    Bahayakan Pengendara, Tumpahan Solar di Jalan Pemuda Singkawang Dibersihkan Petugas

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Laporan mengenai adanya tumpahan solar di ruas Jalan Pemuda Singkawang pada Jumat (1/5/2026) pagi langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh petugas gabungan. Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Singkawang bersama YPKS Putera Ideal Unggul turun ke lapangan guna mencegah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Penanganan bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat […]

  • Izin Pesta Kembang Api Imlek 2577 Terpusat di Jalan Gajah Mada, Edi Rusdi Kamtono: Jaga Ketertiban

    Izin Pesta Kembang Api Imlek 2577 Terpusat di Jalan Gajah Mada, Edi Rusdi Kamtono: Jaga Ketertiban

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak secara resmi memberikan izin pelaksanaan pesta kembang api dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Kebijakan ini menetapkan lokasi kegiatan terpusat di kawasan Jalan Gajah Mada guna menghormati tradisi masyarakat Tionghoa sekaligus memastikan ketertiban umum tetap terjaga. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa pemberian izin tersebut dilakukan […]

  • Jadi Primadona di Negeri Jiran, Ikan Bawal Asal Kalbar Terus Mengalir Lewat PLBN Entikong

    Jadi Primadona di Negeri Jiran, Ikan Bawal Asal Kalbar Terus Mengalir Lewat PLBN Entikong

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Arus ekspor komoditas perikanan dari Kalimantan Barat terus menunjukkan daya saing yang kuat di pasar internasional pada awal tahun ini. Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong kembali melepas pengiriman 2,25 ton ikan bawal ke Malaysia pada Selasa, 13 Januari 2026. Nilai ekonomi dari pengiriman ikan bawal kali ini diperkirakan mencapai […]

  • Digelar Agustus 2026, Inilah Daftar Lokasi dan Cabang Lomba MTQ ke-34 di Kabupaten Kayong Utara

    Digelar Agustus 2026, Inilah Daftar Lokasi dan Cabang Lomba MTQ ke-34 di Kabupaten Kayong Utara

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Kabupaten Kayong Utara bersiap menjadi pusat perhatian masyarakat Kalimantan Barat. Daerah berjuluk “Tanah Betuah” ini secara resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan diselenggarakan pada 1 hingga 9 Agustus 2026 mendatang. Persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil […]

expand_less