Kondisi Jalan Provinsi Baru 65 Persen Mantap, Norsan Andalkan Inpres Jalan Daerah
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- print Cetak

Gubernur Kalbar Ria Norsan menargetkan capaian 80 persen jalan mantap pada tahun 2030. Perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan cetak biru pembangunan infrastruktur jangka panjang. Salah satu fokus utama yang menjadi prioritas ke depan adalah peningkatan kualitas berkendara masyarakat melalui program standarisasi jalan.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa kondisi kemantapan jalan yang menjadi kewenangan provinsi saat ini baru menyentuh angka sekitar 65 persen. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan target baru guna mendongkrak persentase kualitas infrastruktur darat tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
“Target kita sampai tahun 2030 mencapai 80 persen jalan mantap. Sesuai kemampuan anggaran yang tersedia, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai,” ungkap Ria Norsan di sela-sela menghadiri Peresmian Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah secara daring dari Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (23/6/2026).
Untuk mengejar target 80 persen jalan mantap tersebut, Pemprov Kalbar tidak hanya bersandar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan juga menyinergikannya dengan program stimulan dari Pemerintah Pusat. Salah satunya melalui pelaksanaan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2029 mendatang.
Melalui skema Inpres Jalan Daerah tersebut, Kalbar mendapat sokongan penanganan ruas jalan provinsi dan kabupaten sepanjang 34,72 kilometer dengan kucuran dana mencapai Rp178,4 miliar.
Ria Norsan berharap program intervensi dari pusat ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Hal ini dinilai penting untuk menyiasati keterbatasan ruang fiskal daerah, sehingga target jalan mantap di tahun 2030 dapat terealisasi demi mendongkrak konektivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar