Breaking News
Trending Tags
Beranda » Headline » Cerita Pengunjung Berusia 60 Tahun di RWMF 2026: Di Sini Semua Batasan dan Agama Dikesampingkan Dulu

Cerita Pengunjung Berusia 60 Tahun di RWMF 2026: Di Sini Semua Batasan dan Agama Dikesampingkan Dulu

  • account_circle Tim Liputan
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Festival Musik Ikonik, Rainforest World Music Festival (RWMF) 2026 kembali digelar di kaki bukit Gunung Santubong, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 26-28 Juni 2026. Acara ini menyuguhkan suasana berbeda di tengah alam, dalam lebatnya hutan hujan yang terpelihara dengan baik.

Atmosfer penuh kebersamaan dan keterbukaan di RWMF 2026 dirasakan langsung oleh Bob, salah seorang pengunjung asal Johor yang datang jauh-jauh bersama 6 orang temannya. Ia mengaku sudah merencanakan perjalanan ini sejak 5 tahun yang lalu demi bisa menyatu dengan ekosistem kebudayaan di Sarawak.

“Datang ke sini mau menikmati suasana bareng masyarakat di sini. Ini masyarakat yang berpikiran terbuka (open-minded). Orang-orang akan sangat menghargai alam (nature). Enggak semua orang punya kesadaran terhadap alam. Kenal banyak saudara di sini. Saya anggap mereka saudara walaupun saya baru pertama kali ketemu karena visinya sama,” kata Bob dengan antusias.

Pria paruh baya ini juga sangat mengagumi bagaimana musik mampu menyatukan ratusan penonton lintas negara tanpa sekat apa pun di bawah kanopi hutan hujan Santubong.

“Orang yang datang ke sini memang punya satu prinsip di mana enggak ada batasan (border). Agama dan segala macam itu dikesampingkan dulu. Walaupun capek, tapi sepadan. Walaupun usia saya sudah 60 tahun, tapi saya suka sekali. Saya lihat semua orang di sini, enggak ada perbedaan agama, enggak ada perbedaan pangkat, semua itu enggak ada. Semuanya mendengarkan satu musik yang sama. Musik, irama (rhythm), kan? Itu yang penting bagi saya,” tambah Bob.

Edisi ke-29 yang resmi dibuka di Sarawak Cultural Village ini mempertemukan lebih dari 200 musisi dari 13 negara. Sederet artis unggulan yang tampil di antaranya ada musisi legendaris Malaysia, M. Nasir; grup musik Incognito asal Inggris; The Commodores feat Thomas McClary asal Amerika Serikat; Samba Sunda perwakilan dari Indonesia; serta musisi tuan rumah Ta’dan Sarawak.

Ta’dan Sarawak usai konfrensi pers. (Foto: Tim)

Di balik kemegahan panggung internasional tersebut, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, membeberkan formula pembiayaan serta dampak ekonomi luar biasa yang dihasilkan dari investasi festival ini.

“Pemerintah, departemen, dan juga kementerian, sehingga biayanya dapat ditanggung bersama. Biayanya bisa dibagi bersama. Namun dalam industri pariwisata, kita tidak begitu khawatir mengenai besaran biaya yang kita investasikan. Kita tahu hasilnya; pendapatan pariwisata tidak masuk ke kas pemerintah secara langsung, melainkan mengalir ke dalam industri—akan masuk ke dalam industri tersebut,” jelas Abdul Karim.

Menurutnya, kedatangan arus wisatawan internasional dalam jumlah masif dari negara tetangga seperti Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam menjadi bahan bakar utama yang menghidupkan ekosistem ekonomi lokal.

“Ketika kita mengadakan festival seperti ini—baik itu festival musik, festival makanan, maupun kebudayaan—banyak pengunjung dari luar negeri. Mereka menginap di hotel, mereka butuh makan, dan mereka menggunakan transportasi kita. Hal inilah yang akan menghidupkan industri ini. Dampak turunan (spin-off) serta nilai dari industri ini dari segi pendapatan pariwisata sangatlah besar,” paparnya.

Lebih lanjut, Abdul Karim membongkar data statistik mencengangkan terkait kontribusi sektor pelancongan terhadap devisa negara bagian Sarawak yang terus meroket tajam.

“Saya berani mengatakan bahwa untuk wilayah Sarawak, hasil atau perputaran uang dari kedatangan para wisatawan yang masuk setiap bulannya adalah lebih dari 1 miliar ringgit setiap bulan—setiap bulan, setiap bulan, bukan dalam 1 tahun. Selama dua tahun terakhir ini, pendapatan pariwisata kita dari para pengunjung yang datang, termasuk dari Indonesia, adalah lebih dari 1 miliar ringgit setiap bulannya. Di sinilah kita mengambil kesempatan untuk berterima kasih,” tutupnya ramah.

  • Penulis: Tim Liputan
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sengketa Lahan di Samalantan, Yayasan Bethesda dan Warga Tempuh Jalur Musyawarah

    Sengketa Lahan di Samalantan, Yayasan Bethesda dan Warga Tempuh Jalur Musyawarah

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com — Sengketa tumpang tindih kepemilikan lahan antara Yayasan Bethesda Serukam dan warga Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi bersama. Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Samalantan, Rabu (13/5/2026), berjalan aman dan kondusif. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui jalur musyawarah dan menandatangani surat pernyataan […]

  • Di Tengah Tekanan Ekonomi, Bank Kalbar Bukukan Laba Rp262,44 Miliar pada Semester I 2026

    Di Tengah Tekanan Ekonomi, Bank Kalbar Bukukan Laba Rp262,44 Miliar pada Semester I 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com — Bank Kalbar mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan membukukan laba sebesar Rp262,44 miliar. Di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi, bank pembangunan daerah tersebut juga mencatat pertumbuhan aset, penghimpunan dana masyarakat, dan penyaluran kredit. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, total aset Bank Kalbar mencapai Rp25,09 triliun, meningkat 2,28 persen dibandingkan […]

  • Dilantik di Vihara Budi Mulya, Pandita Dharmadutta Kalbar Diharapkan Jadi Teladan Toleransi

    Dilantik di Vihara Budi Mulya, Pandita Dharmadutta Kalbar Diharapkan Jadi Teladan Toleransi

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang menegaskan pentingnya peran tokoh agama sebagai pilar penjaga harmoni sosial. Hal ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Singkawang, Dede Sudrajat, saat menghadiri Pelantikan Pandita Dharmadutta Provinsi Kalimantan Barat di Vihara Budi Mulya, Singkawang, pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Majelis Agama Buddha Tridharma […]

  • Jadi Percontohan Nasional, Tjhai Chui Mie Paparkan Rahasia Singkawang Kota Tertoleran di Rakornas FKUB

    Jadi Percontohan Nasional, Tjhai Chui Mie Paparkan Rahasia Singkawang Kota Tertoleran di Rakornas FKUB

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang mendapatkan kehormatan menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam forum bergengsi tersebut, Kota Singkawang memaparkan berbagai praktik kebijakan toleransi yang berhasil mengantarkan kota ini meraih predikat sebagai Kota Toleran Tahun 2025. Paparan disampaikan langsung oleh Wali […]

  • Singkawang Ramadan Fair 2026 Resmi Dibuka, Tjhai Chui Mie Usulkan Inovasi “War Takjil” untuk Tarik Pengunjung

    Singkawang Ramadan Fair 2026 Resmi Dibuka, Tjhai Chui Mie Usulkan Inovasi “War Takjil” untuk Tarik Pengunjung

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Tabuhan bedug oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Wakil Wali Kota Muhammadin dan jajaran Forkopimda resmi menandai dibukanya Singkawang Ramadan Fair 2026. Acara tahunan yang menjadi pusat perhatian warga ini dipusatkan di halaman Mess Daerah Singkawang. Pada perhelatan tahun ini, panitia menyediakan 100 stand UMKM yang menjajakan berbagai menu makanan dan […]

  • Pecahkan Rekor Dunia! 12.000 Porsi Lontong Sukadana Meriahkan Pembukaan Kalbar Food Festival ke-7

    Pecahkan Rekor Dunia! 12.000 Porsi Lontong Sukadana Meriahkan Pembukaan Kalbar Food Festival ke-7

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Sejarah baru tercipta di Bumi Khatulistiwa. Pembukaan Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 sukses memecahkan rekor dunia melalui penyajian massal 12.000 porsi lontong khas Sukadana. Aksi kuliner kolosal ini menjadi panggung besar bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kekuatan cita rasa lokal ke level internasional. Momentum bersejarah ini bukan sekadar […]

expand_less