Jaga 65 Persen Tutupan Hutan Sarawak, RAYS 2026 Luncurkan Program Fellowship Pemimpin Muda 12 Bulan
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

Menteri Abdul Karim Rahman Hamzah resmi membuka RAYS 2026 di Kuching. KTT ini meluncurkan RAYS Fellowship Programme selama 12 bulan bagi pemimpin muda. (Foto: Aal)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Edisi ketiga Rainforest Youth Summit (RAYS) 2026 resmi dibuka hari ini di Kuching, Sarawak, Malaysia Rabu (24/6/2026). KTT regional yang berlangsung hingga 26 Juni ini berfokus pada penguatan partisipasi pemuda dalam tata kelola iklim, pembelajaran terapan, dan aksi keberlanjutan jangka panjang.
Upacara pembukaan diresmikan oleh Abdul Karim Rahman Hamzah, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, sekaligus Menteri Pengembangan Pemuda, Olahraga, dan Kewirausahaan Sarawak. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda secara langsung dalam setiap perumusan kebijakan lingkungan.
“Masa depan tidak dapat dibangun untuk pemuda tanpa kehadiran pemuda itu sendiri. RAYS 2026 adalah titik temu antara kepemimpinan pemuda, pengelolaan lingkungan, pengetahuan masyarakat adat, sains, kreativitas, kebijakan, budaya, dan komunitas—sebuah platform bagi kaum muda untuk beralih dari rasa kepedulian menjadi sebuah kontribusi,” ujar Abdul Karim.
Ia memaparkan bahwa Sarawak saat ini memegang peranan krusial secara ekologis karena menjadi rumah bagi beberapa ekosistem hutan hujan dan lahan gambut paling penting di dunia. Sekitar 65 persen dari wilayah negara bagian Sarawak masih terjaga ketat sebagai tutupan hutan yang berfungsi sebagai pelindung keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon.
“Namun, perjalanan keberlanjutan Sarawak tidak hanya tentang melindungi apa yang kita miliki. Perjalanan ini juga tentang memulihkan ekosistem, memajukan pembangunan yang bertanggung jawab, memperkuat energi terbarukan, mendukung inovasi ilmiah, dan memastikan bahwa masyarakat tetap menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
KTT tahun ini tidak hanya menjadi ruang dialog sesaat, melainkan komitmen jangka panjang. Salah satu tonggak penting dalam RAYS 2026 adalah peluncuran Program Humas RAYS (RAYS Fellowship Programme). Program ini merupakan perjalanan kepemimpinan selama 12 bulan bagi para pemimpin muda terpilih untuk mempraktikkan kepemimpinan bersama, terlibat dengan pemilik pengetahuan adat, serta menerjemahkan hasil KTT menjadi tindakan nyata.
Kepala Eksekutif Badan Pariwisata Sarawak (Sarawak Tourism Board), Dr. Sharzede Datu Haji Salleh Askor, menambahkan bahwa luaran dari KTT ini didesain berkelanjutan.
“RAYS 2026 lebih dari sekadar KTT tiga hari. Ini adalah jalur untuk pembelajaran, kepemimpinan, dan tindakan, tempat kaum muda tidak hanya hadir untuk menerima pengetahuan, melainkan juga membawa pengetahuan, membangun hubungan, dan meneruskan komitmen mereka,” kata Sharzede.
Pada akhir pelaksanaannya, RAYS 2026 akan melahirkan Deklarasi Pemuda RAYS yang perdana. Deklarasi ini akan merekam aspirasi, komitmen, dan rekomendasi konkret kaum muda menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, sekaligus berfungsi sebagai titik acuan keterlibatan pemuda global di masa mendatang.
- Penulis: Tim Liputan
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar