Harisson Ingatkan Sambas: Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan Rakyat, Jangan Bergantung Sektor Tambang
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Musrenbang Kabupaten Sambas 2027 fokus pada kesejahteraan petani dan penguatan infrastruktur. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sambas Tahun 2027 menjadi momentum strategis dalam menyepakati arah kebijakan serta penyelarasan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan ini digelar di Aula Kantor Bupati Sambas pada Jumat (17/4/2026). Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Bupati Sambas Satono, Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, serta jajaran Forkopimda.
Dalam arahannya, Sekda Kalbar Harisson menekankan agar pemerintah daerah menetapkan prioritas yang tepat di tengah keterbatasan anggaran. Ia meminta pembangunan difokuskan pada sektor yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Kalbar terus meningkat. Artinya, kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk di Sambas, sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Harisson pada Jumat (17/4/2026).
Harisson juga mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh rakyat. Ia mewanti-wanti agar Sambas tidak terjebak pada ketergantungan sektor tambang yang seringkali tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal.
Terkait ketahanan pangan, Sekda menekankan pentingnya keberpihakan nyata kepada petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia mengkhawatirkan adanya potensi peralihan lahan sawah ke sektor perkebunan jika pemerintah tidak melakukan intervensi.
“Jika kita ingin swasembada pangan, maka kita harus berpihak pada petani. Jangan sampai petani kita tidak mendapatkan dukungan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, memaparkan sejumlah capaian positif indikator pembangunan di Kabupaten Sambas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sambas tercatat meningkat menjadi 72,8.
Selain IPM, angka kemiskinan di Sambas juga mengalami penurunan dari 6,53 persen menjadi 6,37 persen, diikuti dengan tren penurunan angka pengangguran.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak. Tidak ada lagi superman, yang ada adalah super team,” ungkap Satono.
Bupati Satono juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk percepatan pembangunan infrastruktur, terutama pelebaran jalan dan pembangunan jembatan guna menunjang aktivitas ekonomi.
Sebagai daerah lumbung pangan Kalbar, Sambas berkomitmen menjaga stabilitas produksi padi yang saat ini masih surplus dengan produksi gabah mencapai ratusan ribu ton.
“Penguatan sektor hilir juga diperlukan agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani kita di Sambas,” pungkas Satono menutup keterangannya.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar