Masjid Agung Nurul Islam Singkawang Dibangun dengan Konsep “Kopiah Nusantara”
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- print Cetak

Masjid Agung Nurul Islam Singkawang dibangun dengan konsep arsitektur “Kopiah Nusantara” karya Yori Antar dan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Foto: Humas Singkawang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com — Pemerintah Kota Singkawang terus mempercepat pembangunan Masjid Agung Nurul Islam yang mengusung konsep arsitektur “Kopiah Nusantara”. Masjid tersebut diproyeksikan menjadi ikon wisata religi sekaligus simbol identitas budaya Islam Nusantara di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Arsitek nasional Yori Antar bersama tim terlibat langsung dalam proses perancangan dan pengembangan bangunan masjid tersebut. Yori dikenal melalui sejumlah karya arsitektur berbasis budaya lokal, termasuk restorasi rumah adat Mbaru Niang di Flores.
Dalam keterangannya di ruang kerja Wali Kota Singkawang, Rabu (6/5/2026), Yori mengatakan pembangunan Masjid Agung Nurul Islam kini memasuki tahap kedua. Tahap pembangunan tersebut meliputi penataan lanskap dan pembangunan fasilitas penunjang seperti kantor, sekolah, museum, hingga sarana manasik haji.
Menurut Yori, desain masjid menyerupai kopiah menjadi tantangan tersendiri karena belum pernah diterapkan pada bangunan masjid sebelumnya. “Desain kopiah Nusantara ini menghadirkan tantangan kreatif yang menarik. Kami optimistis, masjid ini akan menjadi ikon yang istimewa dan memiliki karakter kuat,” kata Yori.
Masjid Agung Nurul Islam juga akan dihiasi 99 kaligrafi Asmaul Husna pada bagian dinding bangunan untuk memperkuat nuansa spiritual. Selain itu, material terakota berupa bata merah dipilih untuk merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Kalimantan sekaligus memperkuat karakter arsitektur bernuansa Nusantara.
Tim arsitek juga menerapkan sistem ventilasi silang atau cross ventilation yang dipadukan dengan teknologi cooling pad untuk menjaga sirkulasi udara tetap sejuk di dalam bangunan. Pencahayaan alami turut dimaksimalkan guna mendukung efisiensi energi dan kenyamanan jamaah.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penyelesaian pembangunan masjid tersebut sesuai desain yang telah direncanakan. “Pemerintah Kota akan mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan. Kami targetkan Masjid Agung dapat selesai dan diresmikan tahun ini,” ujar Tjhai Chui Mie.
Ia optimistis pembangunan masjid dapat rampung pada akhir 2026 sehingga segera dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan.
Ke depan, seluruh aktivitas ibadah akan dipusatkan di lantai dua, sedangkan lantai dasar digunakan untuk berbagai kegiatan pendukung lainnya. Dengan konsep arsitektur yang unik, Masjid Agung Nurul Islam diharapkan menjadi simbol harmoni dan kebanggaan masyarakat Kota Singkawang. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar