Sebut Berita Tempo Meresahkan, Nasdem Kalbar Tegaskan Wacana Surya Paloh Adalah Political Bloc Bukan Merger
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

DPW Partai Nasdem Kalbar gelar aksi damai memprotes berita Tempo soal isu merger dengan Gerindra. Nasdem tegaskan konsep sebenarnya adalah Political Bloc. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kalimantan Barat menggelar aksi damai di halaman Sekretariat DPW, Jalan KS Tubun, Pontianak, pada Rabu (15/4/2026) siang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap pemberitaan media Tempo terkait wacana penggabungan atau merger antara Partai Gerindra dengan Partai Nasdem. Pemberitaan tersebut dinilai salah dan telah memicu keresahan di tingkat kader.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Nasdem Kalbar, Idris Maheru, menuntut pihak Tempo untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan internal partai.
“Harus menyampaikan permohonan maaf, bahwa berita itu berita yang salah. Karena itu mengganggu dan tentu kader kita resah. Masa Nasdem sebesar ini mau dimerger atau digabung dengan partai lain,” tegas Idris Maheru pada Rabu (15/4/2026).
Idris menjelaskan bahwa terdapat kekeliruan besar dalam memahami pernyataan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh. Menurutnya, konsep yang pernah diwacanakan Surya Paloh bukanlah penggabungan partai, melainkan political bloc.
Pria yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Kubu Raya ini memaparkan bahwa konsep political bloc berbeda jauh dengan merger. Dalam political bloc, setiap partai tetap mempertahankan identitas, struktur, serta ideologinya masing-masing.
“Apa yang pernah diwacanakan oleh Ketua Umum itu adalah political bloc. Konsep itu berbeda jauh dengan merger. Semacam koalisi permanen atau aliansi yang lebih kuat soal kebijakan,” jelas Idris.
Ia menambahkan, tujuan dari aliansi tersebut adalah agar arah kebijakan di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota bisa berjalan selaras dan tidak hanya bersifat sektoral.
Nasdem Kalbar menganggap narasi yang diangkat oleh Tempo sangat menyimpang dari maksud asli Surya Paloh, sehingga aksi damai ini dipandang perlu untuk meluruskan persepsi publik.
Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, sebelumnya telah memberikan pernyataan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa materi pemberitaan tersebut merupakan produk jurnalistik resmi.
Menurut Setri, berita yang dihasilkan telah melalui proses verifikasi, bersifat akuntabel, dan sudah sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku di Indonesia.
Pihak Tempo menyatakan tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Partai Nasdem untuk memberikan hak jawab atau klarifikasi resmi atas pemberitaan yang dipersoalkan tersebut.
Meski demikian, Nasdem Kalbar tetap bersikukuh bahwa pemberitaan tersebut telah merugikan stabilitas internal partai dan menuntut langkah pertanggungjawaban dari pihak redaksi media yang bersangkutan.
- Penulis: Tim Liputan
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar