Gawe Dayak Naik Dango XXVI Singkawang Resmi Ditutup, Ribuan Warga Padati Rumah Adat Dayak
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- print Cetak

Gawe Dayak Naik Dango XXVI Kota Singkawang resmi ditutup dengan meriah. Pemerintah dan masyarakat menegaskan komitmen melestarikan budaya Dayak sebagai identitas daerah dan perekat persatuan. Humas Pemkot Singkawang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com – Gawe Dayak Naik Dango XXVI Kota Singkawang resmi ditutup pada Minggu (31/5/2026) malam di Rumah Adat Dayak Kota Singkawang. Ribuan masyarakat memadati lokasi acara untuk menyaksikan malam penutupan sekaligus menikmati berbagai hiburan yang menjadi bagian akhir dari perhelatan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mengatakan Gawe Dayak Naik Dango merupakan warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
Menurut dia, budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas masyarakat sekaligus menjaga jati diri bangsa. “Kebudayaan masyarakat adat Dayak di Singkawang harus terus dipertahankan di tengah dinamika kehidupan modern saat ini,” kata Muhammadin saat menghadiri penutupan kegiatan.
Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kebangsaan. Muhammadin menilai Gawe Dayak Naik Dango bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak yang terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. “Semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gawe Dayak Naik Dango XXVI, Andreas Aan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Menurut Aan, cuaca yang mendukung selama pelaksanaan kegiatan turut membantu kelancaran berbagai agenda yang telah disiapkan panitia.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam setiap rangkaian kegiatan. “Seluruh rangkaian acara selalu dipadati pengunjung. Ini menunjukkan bahwa Gawe Dayak mendapat perhatian dan dukungan yang besar dari masyarakat,” kata Aan.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan acara juga mencerminkan keramahan dan sikap toleran masyarakat Dayak di Kota Singkawang yang mampu menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung.
Aan mengatakan Gawe Dayak Naik Dango kini telah berkembang menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap tahun, tidak hanya oleh masyarakat Dayak tetapi juga masyarakat umum. “Kami optimistis kegiatan ini akan terus menjadi agenda yang dirindukan masyarakat dan menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Dayak kepada generasi muda,” ujarnya.
Gawe Dayak Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus momentum mempererat persaudaraan antarwarga. Di Kota Singkawang, kegiatan ini secara rutin menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan tahun ini, panitia berharap nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan toleransi yang tercermin dalam Gawe Dayak Naik Dango dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar