Singkawang Jadi Lokasi Syuting Film Sebelum Tiga Puluh, Tjhai Chui Mie Tawarkan Talenta Lokal
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
- print Cetak

Para pemeran film Sebelum Tiga Puluh saat Gala Dinner di Kampung Rawit Singkawang. (FOTO: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang secara resmi menyambut kedatangan tim produksi serta para pemeran film “Sebelum Tiga Puluh” yang memilih Kota Tertoleran di Indonesia ini sebagai lokasi pengambilan gambar. Film drama produksi HAHA Production ini dibintangi oleh aktor muda berbakat Chicco Kurniawan dan Nadya Arina.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan rumah produksi tersebut. Baginya, terpilihnya Singkawang sebagai latar cerita merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan sektor industri kreatif dan pariwisata daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada HAHA Production yang telah memilih Singkawang sebagai lokasi syuting,” ujar Tjhai Chui Mie saat konferensi pers di Singkawang pada Jumat (24/4/2026).
Tjhai Chui Mie menilai kehadiran produksi film berskala nasional ini sangat sejalan dengan semangat pembangunan kota. Ia menyebutkan bahwa Singkawang kini terus bersolek, termasuk melalui penguatan infrastruktur strategis seperti bandara guna mempercepat pertumbuhan ekonomi agar sejajar dengan kota besar lainnya.
Menurut Wali Kota, Singkawang menawarkan keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain, terutama dari sisi harmoni kehidupan beragama. Ia mempersilakan tim produksi untuk mengeksplorasi keberagaman rumah ibadah yang letaknya saling berdampingan sebagai latar cerita yang kuat.
“Singkawang adalah kota toleran. Di sini bisa syuting di klenteng, masjid, maupun gereja yang berdampingan. Masyarakat kami sudah terbiasa hidup rukun,” tambahnya menekankan nilai keberagaman kota.
Selain lokasi ikonik seperti Pasar Hongkong dan kawasan Pantai Pasir Panjang, Tjhai Chui Mie juga menyoroti potensi sumber daya manusia Singkawang yang didominasi generasi muda. Ia memastikan pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan produksi, termasuk penyediaan talenta lokal sebagai pemeran figuran maupun kru pendukung.
Secara khusus, Tjhai Chui Mie menitipkan pesan kepada sutradara Danial Rifki agar film ini mampu memotret jiwa asli Singkawang. Ia berharap penonton dapat merasakan kehangatan dan kedamaian masyarakat tanpa ada bumbu yang dibuat-buat.
“Ceritakan Singkawang dengan jujur. Tidak perlu dilebih-lebihkan atau dikurangi. Tampilkan sebagai kota yang hangat, damai, dan penuh kebersamaan,” pesan Wali Kota.
Guna menjamin kelancaran selama proses pengambilan gambar, Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen memberikan dukungan penuh. Koordinasi lintas sektoral akan dilakukan, mulai dari kemudahan perizinan lokasi, pengamanan lapangan, hingga pengaturan arus lalu lintas bersama aparat kepolisian.
Harapan besar digantungkan pada kesuksesan film bertema coming of age ini. Tjhai Chui Mie optimistis, jika film ini meledak di pasaran, dampaknya akan sangat positif bagi promosi daerah dan membangkitkan rasa penasaran penonton untuk berkunjung ke Singkawang.
“Jika film ini sukses, bukan hanya tim produksi yang bangga, tetapi seluruh masyarakat Singkawang juga ikut merasakan kebanggaan. Kami berharap penonton nanti berkata, ‘Saya ingin ke Singkawang’,” pungkasnya menutup keterangan.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar