Buka Seminar Internasional di Sambas, Wamendagri Akhmad Wiyagus Ajak Dai Dorong Kemandirian Ekonomi Perbatasan
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- print Cetak

Wamendagri Akhmad Wiyagus didampingi Bupati Satono buka Seminar Internasional Dai di Sambas. Tekankan peran dai dalam kemandirian ekonomi dan pembangunan perbatasan. (Foto: Imb)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Dai di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (7/4/2026) malam.
Didampingi oleh Bupati Sambas, Satono, yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Provinsi Kalimantan Barat, kegiatan ini mengangkat tema besar “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara”.
Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa peran dai saat ini harus diperluas, tidak hanya terbatas pada syiar keagamaan tetapi juga menyentuh aspek kemandirian masyarakat.
Ia menilai dai memiliki posisi strategis sebagai penggerak massa, terutama di wilayah garda terdepan NKRI seperti Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Para dai harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di berbagai sektor kehidupan masyarakat,” tegas Akhmad Wiyagus di hadapan para peserta.
Purnawirawan jenderal bintang tiga Polri ini juga menekankan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menempatkan wilayah perbatasan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Berbagai program strategis telah digulirkan untuk mempercepat kemajuan daerah perbatasan, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat, hingga penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Sementara itu, Bupati Sambas Satono menegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah guna menyongsong kemajuan di masa depan.
Menurutnya, kualitas SDM yang unggul adalah kunci agar potensi besar Kabupaten Sambas di sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan lintas batas dapat dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.
“Kami terus mendorong pembangunan SDM agar mampu mengelola potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Satono pada Selasa malam.
Bupati Satono juga menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran para tamu internasional dan berharap forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif bagi pembangunan daerah.
Seminar internasional ini tercatat diikuti oleh para delegasi dai dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, hingga Brunei Darussalam.
Melalui kolaborasi lintas negara ini, diharapkan peran dai dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan semakin nyata dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Sambas siap menjadi pusat dialog internasional yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan visi pembangunan nasional.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar