Tekan Penumpukan di TPA, Pemkot Singkawang Perkuat Infrastruktur Pengolahan Sampah Lewat Program TJSL
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- print Cetak

Pemkot Singkawang gandeng PT Goshen Pinnacle Indonesia perkuat penanganan sampah melalui bantuan mesin insinerator 5 ton/hari. Target beroperasi Juni 2026. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang terus memperkuat langkah strategis dalam menangani persoalan sampah dengan menggandeng sektor swasta. Langkah nyata ini ditandai dengan diterimanya bantuan mesin insinerator berkapasitas 5 ton per hari dari PT Goshen Pinnacle Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan bersama terkait penyerahan dan pemanfaatan mesin insinerator di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang pada Kamis, 5 Maret 2026.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memberikan apresiasi tinggi atas dukungan sektor swasta dalam membantu pemerintah daerah mengatasi isu lingkungan. Ia mengakui bahwa produksi sampah di Kota Singkawang tergolong tinggi, sehingga memerlukan teknologi tambahan untuk mengurangi beban volume sampah harian.
“Dengan adanya mesin ini tentu akan sangat membantu pemerintah, karena produksi sampah Kota Singkawang setiap harinya cukup besar,” ujar Tjhai Chui Mie pada Kamis (5/3/2026).
Penanganan sampah di Singkawang kini menjadi perhatian serius, sejalan dengan program prioritas nasional. Selain pengadaan insinerator, Pemkot Singkawang saat ini tengah fokus melakukan penataan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Rencana pembangunan fasilitas TPA tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp17 miliar untuk mengatasi kondisi darurat sampah.
Tjhai Chui Mie berharap keberadaan mesin insinerator ini dapat mempercepat proses pengolahan limbah di hulu, sehingga tumpukan sampah di TPA dapat berkurang secara signifikan. Namun, ia juga memberikan catatan tegas kepada jajarannya mengenai aspek lingkungan.
Wali Kota menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memastikan operasional mesin memenuhi standar perizinan dan meminimalisir dampak lingkungan, terutama potensi polusi udara dari hasil pembakaran.
Guna mengejar target operasional, Tjhai Chui Mie meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mempercepat pembangunan fasilitas penunjang mesin tersebut.
“Untuk Dinas PUPR harus bisa dikebut bangunan penunjangnya, agar mungkin bulan Juni atau Juli sudah bisa digunakan sehingga kita bisa mengatasi sampah lebih cepat,” tegasnya.
Sinergi antara pemerintah dan swasta ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kota Singkawang.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar