Pemkot Singkawang Genjot Pengukuran Balita untuk Tekan Angka Stunting
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak

Ilustrasi Pemkot Singkawang memperkuat program pengukuran balita melalui 173 posyandu guna menekan angka stunting dan mengejar target nasional 85 persen. Foto: Tú Nguyễn dari Pixabay
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com – Pemerintah Kota Singkawang mulai mengintensifkan program percepatan penurunan stunting melalui penguatan kegiatan pengukuran balita secara serentak di seluruh wilayah kota.
Program tersebut dibahas dalam kegiatan persiapan intervensi Pengukuran Serentak Balita Program Prioritas Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang di Ruang Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa, 12 Mei 2026.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Antin Suprihatin, mengatakan persoalan stunting masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah sehingga penguatan layanan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui posyandu dan berbagai program pendukung lainnya.
Menurut dia, berdasarkan data e-PPGBM, cakupan pengukuran balita di Singkawang pada 2025 baru mencapai 48,35 persen. Sementara pada triwulan pertama 2026, angka tersebut berada di level 39,99 persen atau masih di bawah target nasional sebesar 85 persen.
Selain itu, persentase balita stunting pada 2025 tercatat sebesar 15,68 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 13,65 persen.
“Persiapan yang dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan pengukuran balita di Kota Singkawang sehingga dapat mencapai target nasional sebesar 85 persen dan menurunkan angka stunting di Kota Singkawang menjadi di bawah 18 persen,” kata Antin.
Ia menegaskan keberhasilan program penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu hingga masyarakat. “Kami mengajak seluruh stakeholder serta masyarakat melalui kader posyandu untuk bersama-sama mewujudkan dan mendukung program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Achmad Hardin, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Program Prioritas Kota Singkawang Bidang Kesehatan Tahun 2026 serta menyesuaikan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat tentang percepatan penurunan stunting.
Menurut Hardin, pengukuran balita secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi dini persoalan gizi pada anak. “Dengan pengukuran yang merata, apabila ditemukan permasalahan gizi pada balita, maka penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko stunting dapat ditekan sedini mungkin,” katanya.
Saat ini terdapat 173 posyandu yang tersebar di lima kecamatan dan 26 kelurahan di Singkawang. Seluruh posyandu tersebut melayani sekitar 14.843 balita yang telah terdata dalam aplikasi e-PPGBM.
Namun hingga Maret 2026, cakupan pengukuran balita masih berada di angka 39,99 persen. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang membutuhkan dukungan lintas sektor agar target pengukuran balita dan penurunan stunting dapat tercapai tahun ini. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar