Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Audit Satgas Berujung Sanksi: Prabowo Tutup Izin 28 Perusahaan di Hutan

Audit Satgas Berujung Sanksi: Prabowo Tutup Izin 28 Perusahaan di Hutan

  • account_circle Metro Singkawang
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.com – Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan di kawasan hutan nasional. Pencabutan izin ini merupakan hasil audit dan pemeriksaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam. “Presiden memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, kebijakan ini merupakan komitmen pemerintah dalam menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran. Penertiban mencakup sektor kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan.

Satgas PKH sendiri dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025. Dalam satu tahun kerja, Satgas berhasil menguasai kembali 4,09 juta hektare kebun sawit yang berada di kawasan hutan. Sekitar 900 ribu hektare di antaranya dikembalikan menjadi hutan konservasi.

“Termasuk kawasan seluas 81.793 hektare di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau,” ujar Prasetyo.

Setelah bencana hidrometeorologi melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Satgas PKH mempercepat audit di tiga wilayah tersebut. Laporan hasil audit dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo dari London, Inggris, pada Senin (19/1/2026).

Dari hasil audit itu, Presiden mencabut izin 22 perusahaan pemegang PBPH hutan alam dan hutan tanaman, serta enam perusahaan di sektor tambang, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan kayu.

Prasetyo menegaskan pemerintah akan konsisten menertibkan usaha berbasis sumber daya alam. “Semua ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan hukum dan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya. (*/)

  • Penulis: Metro Singkawang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan Pengusaha Meluap: Dana Rp1 Miliar Terkumpul Semalam untuk Imlek dan Cap Go Meh Singkawang

    Dukungan Pengusaha Meluap: Dana Rp1 Miliar Terkumpul Semalam untuk Imlek dan Cap Go Meh Singkawang

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Panitia Tahun Baru Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 Kota Singkawang sukses menggelar malam ramah tamah yang berlangsung di Gedung Pavilion 78 pada Kamis, 15 Januari 2026 malam. Kegiatan yang mempertemukan para pengusaha, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan ini membuahkan hasil luar biasa dalam mendukung agenda pariwisata tahunan tersebut. Dalam satu […]

  • Ketua BPM Kalbar Minta KPK dan Kejaksaan Pelototi Penentuan Mitra Dapur Program MBG

    Ketua BPM Kalbar Minta KPK dan Kejaksaan Pelototi Penentuan Mitra Dapur Program MBG

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat secara tegas menyuarakan kekhawatiran terkait jalannya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalimantan Barat. Sejumlah persoalan mendasar, mulai dari potensi konflik kepentingan hingga lemahnya pengawasan, dinilai dapat menjadi celah terjadinya praktik korupsi. Ketua BPM Kalbar, Gusti Eddy, mengungkapkan bahwa mekanisme penentuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan […]

  • KIP Kuliah 2026 Digelontorkan Rp15,3 Triliun, Kenapa Kuota Bisa Turun di Kampus Tertentu?

    KIP Kuliah 2026 Digelontorkan Rp15,3 Triliun, Kenapa Kuota Bisa Turun di Kampus Tertentu?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com — Pemerintah menaikkan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2026 menjadi Rp15,32 triliun. Meski demikian, jumlah penerima di sejumlah kampus bisa mengalami penurunan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) menegaskan kondisi tersebut bukan akibat pemangkasan anggaran, melainkan perubahan skema distribusi yang kini berbasis data sosial dan […]

  • Beri Masa Tenggang 6 Bulan, Dishub Singkawang Akan Sita Odong-Odong Jika Tak Beralih ke Roda Empat

    Beri Masa Tenggang 6 Bulan, Dishub Singkawang Akan Sita Odong-Odong Jika Tak Beralih ke Roda Empat

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Para pemilik usaha odong-odong roda tiga di Kota Singkawang meminta kelonggaran waktu selama enam bulan untuk beralih menggunakan kendaraan roda empat. Permintaan tersebut mencuat dalam kegiatan penertiban yang digelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama tim gabungan pada Rabu, 1 April 2026. Kepala Dishub Singkawang, Eko Susanto, menjelaskan bahwa kesepakatan ini lahir dari hasil […]

  • Singkawang Ramadan Fair 2026 Resmi Dibuka, Tjhai Chui Mie Usulkan Inovasi “War Takjil” untuk Tarik Pengunjung

    Singkawang Ramadan Fair 2026 Resmi Dibuka, Tjhai Chui Mie Usulkan Inovasi “War Takjil” untuk Tarik Pengunjung

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Tabuhan bedug oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Wakil Wali Kota Muhammadin dan jajaran Forkopimda resmi menandai dibukanya Singkawang Ramadan Fair 2026. Acara tahunan yang menjadi pusat perhatian warga ini dipusatkan di halaman Mess Daerah Singkawang. Pada perhelatan tahun ini, panitia menyediakan 100 stand UMKM yang menjajakan berbagai menu makanan dan […]

  • Dinkes Perketat Syarat SLHS, Sembilan SPPG MBG di Singkawang Ditutup

    Dinkes Perketat Syarat SLHS, Sembilan SPPG MBG di Singkawang Ditutup

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, resmi ditutup. Langkah tegas ini diambil karena unit-unit tersebut diduga belum memenuhi standar pengelolaan lingkungan dan persyaratan perizinan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Penutupan ini mencakup pemeriksaan terhadap Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kelayakan […]

expand_less