Estafet di Panca Bhakti: Misi Rektor Baru Arif Parabi Menggandakan Kelas dan Menjaga Mutu
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- print Cetak

Rektor baru UPB Pontianak, Ir. Arif Parabi, resmi dilantik menggantikan Dr. Purwanto. Ia mematok target lebih dari 5.000 mahasiswa dan Good University Governance. Foto kolase: KalbarOke.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com — Gedung Convention Centre Universitas Panca Bhakti (UPB), Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, mendadak riuh pada Senin, 19 Oktober 2026. Di hadapan ratusan civitas akademika dan tamu undangan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan rektor digelar. Ir. Arif Parabi, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., resmi mengemban amanah sebagai Rektor UPB periode 2026–2030, menggantikan Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., yang telah purna tugas dua periode sejak 2018.
Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb. Dalam amanatnya, Garuda menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan di tubuh perguruan tinggi swasta (PTS) tertua di Kalimantan Barat ini bukan sekadar prosesi administratif berkala.
“Pergantian kepemimpinan adalah peneguhan amanah, kesinambungan pengabdian, dan pembaruan komitmen bersama untuk membawa UPB menuju masa depan yang lebih maju,” ujar Garuda. Menurutnya, dinamika teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan tuntutan mutu pendidikan tinggi mengharuskan UPB beradaptasi cepat tanpa menanggalkan integritas akademik.
Garuda juga secara khusus mengapresiasi fondasi kokoh yang ditinggalkan Purwanto selama delapan tahun memimpin UPB. “Apa yang telah dilakukan menjadi landasan bagi langkah-langkah berikutnya. Perguruan tinggi tidak boleh sekadar mengasuh administrasi, tapi harus hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Jurus Tiga Langkah Rektor Baru
Ditemui usai prosesi pelantikan, Arif Parabi membeberkan strategi kepemimpinannya. Sebagai sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor III dan mengeksekusi berbagai program pembangunan fisik serta tata kelola internal, Arif mengusung tiga pijakan utama.
“Pertama, menyelesaikan program rektor lama. Kedua, menuntaskan permasalahan yang belum rampung. Ketiga, memulai program-program baru,” kata Arif.

Rektor UPB Pontianak Periode 2026–2030, Ir. Arif Parabi, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.
Ia memerinci tiga pilar program baru yang bakal dibesutnya: penerapan Good University Governance (tata kelola kampus yang baik), penguatan Income Generating (sumber pendapatan mandiri kampus), serta launching Student Retention Program untuk menekan angka putus kuliah.
Sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang tak lagi menyarankan pembentukan program studi (prodi) sarjana baru, Arif memilih merawat dan memperkuat 12 prodi S-1 yang ada. Fokus ekspansi justru akan digeser ke jenjang pascasarjana.
“Dulu kita punya 6 prodi, sekarang sudah berkembang menjadi 12 prodi. Ke depan, penambahan prodi fokus untuk jenjang Magister (S-2) yang saat ini sudah ada 3 prodi,” ucapnya.
Tak hanya itu, Arif mematok target realistis namun ambisius di sektor penerimaan mahasiswa baru. Jika tahun lalu UPB menjaring sekitar 800 mahasiswa baru, tahun depan ia membidik lebih dari 1.000 pendaftar. “Kondisi mahasiswa aktif kita saat ini hampir 5.000 orang. Target tahun depan harus melampaui 5.000. UPB tak hanya harus jadi yang tertua, tapi juga PTS terbesar dan paling unggul di Kalimantan Barat,” tegasnya.
Warisan dan Rencana Purwanto
Rektor purna tugas, Dr. Purwanto, optimistis di bawah nahkoda baru UPB akan melompat lebih jauh. Mengingat Arif Parabi adalah ‘dapur’ eksekusi pembangunan UPB selama ia menjabat, Purwanto menilai tidak akan ada hambatan adaptasi dalam transisi kepemimpinan ini.
“Mas Arif ini yang selama ini mengeksekusi program pembangunan sarana-prasarana dan optimalisasi tata kelola. Pekerjaan rumah seperti penguatan akreditasi institusi, penambahan fasilitas, dan kerja sama internasional yang sedang berjalan (ongoing) pasti bisa dilanjutkan dengan baik,” kata Purwanto.

Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Periode 2018-2026, Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIArb., CIM.
Purna tugas dari kursi Rektor UPB tak membuat Purwanto lepas tangan dari dunia pendidikan Kalimantan Barat. Ia mengonfirmasi akan tetap aktif mengabdi di tanah Borneo. Selain kembali berkiprah sebagai arbiter di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan menyelesaikan proses guru besar (profesor), ia masih dipercaya memimpin perguruan tinggi swasta se-Kalbar.
“Saya masih diamanahkan sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah Kalimantan Barat. Ini jadi ruang sinergi untuk mengakselerasi percepatan pembangunan SDM di Kalbar, baik strata S-1, S-2, maupun S-3,” pungkas Purwanto. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar