Dari 10 Kg Jadi 250 Kg per Hari, Usaha Tahu di Bengkayang Mampu Ekspansi Berkat Dukungan Bank Kalbar
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- print Cetak

Perajin tahu di Bengkayang, Wahyudin, sukses meningkatkan kapasitas produksi usahanya hingga 25 kali lipat berkat kucuran modal KUR Bank Kalbar. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Ketekunan selama lebih dari dua dekade membuahkan hasil manis bagi Wahyudin, pelaku usaha produksi tahu asal Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Merintis usaha sejak tahun 2002, ia kini sukses membesarkan kapasitas produksinya hingga 25 kali lipat berkat kucuran fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Kalbar.
Wahyudin mengawali usahanya dari titik nol dengan berbagai keterbatasan. Dengan permodalan yang pas-pasan, kapasitas produksi awal rumah tangganya hanya mampu mengolah 10 kilogram kedelai per hari. Jumlah tersebut jauh dari cukup untuk melayani tingginya permintaan pasar lokal di daerahnya.
Melihat tingginya potensi pasar yang terhambat masalah modal kerja, Wahyudin memberanikan diri mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat ke PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar).
“Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, asalkan permohonannya lengkap. Kredit KUR bisa cair dengan cepat,” ujar Wahyudin.
Ia membeberkan bahwa kunci kelancaran pengajuan KUR terletak pada kejelasan bidang usaha, riwayat rekam jejak kredit yang bersih tanpa tunggakan, serta transparansi Laporan keuangan kepada pihak perbankan.
Suntikan modal dari Bank Kalbar membawa dampak transformasi yang sangat signifikan bagi usahanya. Jika dahulu ia hanya mampu mengolah 10 kg per hari, kini pabrik tahu miliknya sanggup memproduksi hingga 250 kg tahu per hari.
Beroperasi setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, jangkauan distribusi produk tahunya tak lagi sebatas di wilayah Sanggau Ledo semata. Hasil produksinya kini merambah ke Kecamatan Seluas, Kota Bengkayang, hingga ke kawasan perbatasan RI-Malaysia di Jagoi Babang.
Selain berhasil memenuhan kebutuhan pangan masyarakat perbatasan, usaha tahu Wahyudin turut menyerap tenaga kerja lokal di sekitarnya. Di akhir keterangannya, ia membagikan pesan motivasi bagi sesama pelaku UMKM di Kalimantan Barat.
“Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahanya. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite,” pungkasnya.
Keberhasilan Wahyudin menjadi bukti riil komitmen Bank Kalbar untuk terus hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong pemberdayaan UMKM lokal hingga ke pelosok dan garis perbatasan negara.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar