Breaking News
Trending Tags
Beranda » Headline » Hanya 1 KM dari Pusat Pemerintahan, Ikon Wisata Riam Sebopet Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Hanya 1 KM dari Pusat Pemerintahan, Ikon Wisata Riam Sebopet Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

  • account_circle Rinto Andreas
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Ikon wisata alam kebanggaan masyarakat Bengkayang, Riam Sebopet, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Air sungai yang selama ini dikenal jernih dan asri, kini berubah drastis menjadi keruh pekat menyerupai warna susu.

Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di bagian hulu sungai. Akibatnya, lumpur dari sisa aktivitas tambang terus mengalir dan merusak ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.

Perubahan kualitas air ini sudah dirasakan selama tiga bulan terakhir oleh warga di RT Tampe, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Mirisnya, lokasi pencemaran ini hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bengkayang.

Marbun, salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kerusakan lingkungan yang terjadi di depan mata. Ia menyebut kawasan tersebut selama ini menjadi lokasi favorit bagi pelajar dan warga kota untuk mandi serta belajar berenang.

“Saya sebagai warga di sini yang merasakan sedih melihat kejadian air di sini. Di sinilah tempat wisata, kawan-kawan dari Kota Bengkayang, anak-anak sekolah, tempat mandi, tempat aktivitas untuk mereka belajar berenang di sini,” ujar Marbun pada Sabtu (18/4/2026).

Masyarakat mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan pencemaran tersebut. Mulai dari imbauan melalui pengurus RT hingga melayangkan laporan resmi kepada Camat Bengkayang, Dinas Lingkungan Hidup (LH), hingga Bupati Bengkayang.

Namun, hingga saat ini laporan-laporan tersebut terkesan diabaikan tanpa adanya tindak lanjut nyata di lapangan. Aktivitas tambang ilegal di hulu sungai ditengarai masih terus berjalan tanpa hambatan berarti dari pemerintah daerah.

Dampak dari pencemaran ini sudah meluas ke sektor ekonomi warga. Marbun menjelaskan bahwa air sungai tersebut kini tidak lagi bisa digunakan untuk mengaliri kolam ikan, sawah, maupun menyiram sayur-sayuran karena sifat air yang kental akan lumpur.

“Kalau kita pakai nyiram sayur, malah sayurnya rusak lagi. Kita harap penegak hukum supaya turun ke lapangan, jangan biarkan aktivitas ini,” tegasnya menambahkan.

Selain warga lokal, para mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi juga mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Air yang dahulu menjadi sandaran hidup kini justru menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Masyarakat mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam menjaga kelestarian alam dan pengembangan pariwisata. Jika untuk menjaga aset yang sudah ada saja dinilai abai, warga ragu akan masa depan pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Kini, warga hanya bisa berharap adanya ketegasan dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera menertibkan aktivitas PETI di hulu sungai. Pemulihan fungsi air Riam Sebopet menjadi desakan utama demi keberlangsungan hidup masyarakat dan masa depan pariwisata Bengkayang.

  • Penulis: Rinto Andreas
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu e-BPKB? Ini Cara Kerja, Manfaat, dan Jadwal Penerapannya

    Apa Itu e-BPKB? Ini Cara Kerja, Manfaat, dan Jadwal Penerapannya

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Korlantas Polri mulai menerapkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor Elektronik (e-BPKB) sebagai bagian dari digitalisasi layanan kendaraan bermotor. Kebijakan ini ditargetkan berlaku penuh untuk seluruh kendaraan baru pada 2027. Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol. Wibowo mengatakan, penerapan e-BPKB sudah berjalan sejak Maret 2025, dimulai dari kendaraan roda empat atau mobil baru. “Target kami 2027 […]

  • Polres Singkawang Musnahkan Setengah Kilogram Sabu, Barang Bukti Dicampur Racun Rumput Lalu Dibuang

    Polres Singkawang Musnahkan Setengah Kilogram Sabu, Barang Bukti Dicampur Racun Rumput Lalu Dibuang

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Polres Singkawang melalui Satuan Reserse Narkoba melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolres Singkawang, Jalan Firdaus H. Rais II, pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemusnahan ini dipimpin oleh Wakapolres Singkawang, KOMPOL Riko Syafutra, yang mewakili Kapolres Singkawang. Acara tersebut turut disaksikan oleh perwakilan […]

  • Sekda Dwi Yanti Puji Capaian Bebas BABS Singkawang Utara, Minta Musrenbang Serius Tangani Stunting

    Sekda Dwi Yanti Puji Capaian Bebas BABS Singkawang Utara, Minta Musrenbang Serius Tangani Stunting

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kecamatan Singkawang Utara untuk tahun 2027 memberikan perhatian besar pada penguatan potensi lokal serta penyelesaian berbagai isu sosial utama. Dalam forum yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026 tersebut, optimalisasi sektor unggulan serta penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi pokok bahasan utama. Sekretaris Daerah […]

  • Tabligh Akbar Ustaz Askar Wardhana di Masjid Raya Singkawang Berlangsung dengan Pengawalan Polisi

    Tabligh Akbar Ustaz Askar Wardhana di Masjid Raya Singkawang Berlangsung dengan Pengawalan Polisi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Suasana penuh khidmat dan ketenangan menyelimuti Masjid Raya Singkawang pada Selasa malam, 14 April 2026. Ratusan jamaah berkumpul untuk menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah Ustaz Askar Wardhana. Kegiatan rohani ini mengangkat tema “Kembali kepada Allah Subhanawata’ala di Tengah Kesibukan Dunia”. Bagi masyarakat setempat, momen ini menjadi sarana spiritual penting untuk memperkuat […]

  • Jejak Pengabdian Ahmad Hasyim Hadrawi: Dari Aktivis NU Hingga Birokrat Humanis

    Jejak Pengabdian Ahmad Hasyim Hadrawi: Dari Aktivis NU Hingga Birokrat Humanis

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Kepergian Ahmad Hasyim Hadrawi pada Selasa, 20 Januari 2026, meninggalkan duka yang mendalam bagi Pemerintah Kota Pontianak serta keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat. Almarhum dikenal bukan sekadar sebagai seorang aparatur sipil negara, melainkan sosok pengabdi yang sepanjang hidupnya berfokus pada urusan kemanusiaan dan menjaga harmoni di tengah kemajemukan kota. Wakil Wali […]

  • Pemkot Singkawang Bakal Sidak Seluruh Pengelola Dapur MBG Buntut Dugaan Keracunan di MAN Model

    Pemkot Singkawang Bakal Sidak Seluruh Pengelola Dapur MBG Buntut Dugaan Keracunan di MAN Model

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang bergerak cepat merespons kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa MAN Model Kota Singkawang. Langkah ini diambil dengan menggelar pertemuan intensif bersama pengelola dapur MBG terkait guna mengevaluasi standar operasional di lapangan. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, bersama pihak SPPG […]

expand_less