Forum CSR Kalbar Dorong Dunia Usaha Ikut Bangun Daerah Tak Sekadar Beri Bantuan
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- print Cetak

Forum CSR Kalbar mempertemukan pemerintah dan 47 perusahaan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan. Bank Kalbar dorong CSR sebagai investasi sosial. Foto: Ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com — Pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan lebih luas dari pemerintah. Dunia usaha juga dinilai memiliki peran penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP/CSR) Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Forum itu mempertemukan pemerintah daerah dengan 47 perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Barat. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan kebutuhan dan arah pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan itu Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fathoni, Direktur Pendapatan Bina Keuangan Daerah Kemendagri Teguh Narutomo, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Bank Kalbar menjadi salah satu perusahaan yang menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi mengatakan, perusahaan tidak ingin memandang CSR semata sebagai bentuk kewajiban korporasi. Menurut dia, program tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Bank Kalbar berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung berbagai program pembangunan melalui CSR yang selaras dengan arah pembangunan daerah,” ujar Rokidi.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah hadir dalam Forum CSR Kalbar yang digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Foto: Ist
Selama ini, Bank Kalbar telah menjalankan sejumlah program CSR yang menyasar berbagai kebutuhan masyarakat. Program tersebut antara lain pemberian beasiswa pendidikan, kegiatan sosial kemasyarakatan, bantuan kendaraan pengangkut sampah, pembangunan dan pengembangan rumah ibadah, serta bantuan modal usaha mikro.
Program-program tersebut memiliki sasaran yang berbeda. Beasiswa diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, sementara bantuan modal usaha diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dan mendorong perkembangan UMKM.
Di sisi lain, bantuan kendaraan pengangkut sampah menjadi bagian dari dukungan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Bagi Bank Kalbar, rangkaian program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan sebagai institusi yang tumbuh bersama masyarakat Kalimantan Barat.
Forum TSBLP/CSR Kalbar juga memperlihatkan bahwa program sosial perusahaan akan memiliki dampak lebih besar jika dirancang secara terintegrasi dengan agenda pembangunan pemerintah.
Kolaborasi tersebut penting agar berbagai program CSR tidak berjalan sendiri-sendiri atau berhenti pada kegiatan seremonial. Sebaliknya, program diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung target pembangunan daerah.
Bank Kalbar memandang CSR sebagai investasi sosial. Manfaatnya tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang dapat ditimbulkan dalam jangka panjang.
Melalui semangat “Bank Kite, Punye Kite”, Bank Kalbar menyatakan akan terus mengambil bagian dalam pembangunan Kalimantan Barat melalui program pendidikan, sosial, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan bidang lainnya.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar