Breaking News
Trending Tags
Beranda » News » Hanya 1 KM dari Pusat Pemerintahan, Ikon Wisata Riam Sebopet Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Hanya 1 KM dari Pusat Pemerintahan, Ikon Wisata Riam Sebopet Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

  • account_circle Rinto Andreas
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Ikon wisata alam kebanggaan masyarakat Bengkayang, Riam Sebopet, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Air sungai yang selama ini dikenal jernih dan asri, kini berubah drastis menjadi keruh pekat menyerupai warna susu.

Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di bagian hulu sungai. Akibatnya, lumpur dari sisa aktivitas tambang terus mengalir dan merusak ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.

Perubahan kualitas air ini sudah dirasakan selama tiga bulan terakhir oleh warga di RT Tampe, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Mirisnya, lokasi pencemaran ini hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bengkayang.

Marbun, salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kerusakan lingkungan yang terjadi di depan mata. Ia menyebut kawasan tersebut selama ini menjadi lokasi favorit bagi pelajar dan warga kota untuk mandi serta belajar berenang.

“Saya sebagai warga di sini yang merasakan sedih melihat kejadian air di sini. Di sinilah tempat wisata, kawan-kawan dari Kota Bengkayang, anak-anak sekolah, tempat mandi, tempat aktivitas untuk mereka belajar berenang di sini,” ujar Marbun pada Sabtu (18/4/2026).

Masyarakat mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan pencemaran tersebut. Mulai dari imbauan melalui pengurus RT hingga melayangkan laporan resmi kepada Camat Bengkayang, Dinas Lingkungan Hidup (LH), hingga Bupati Bengkayang.

Namun, hingga saat ini laporan-laporan tersebut terkesan diabaikan tanpa adanya tindak lanjut nyata di lapangan. Aktivitas tambang ilegal di hulu sungai ditengarai masih terus berjalan tanpa hambatan berarti dari pemerintah daerah.

Dampak dari pencemaran ini sudah meluas ke sektor ekonomi warga. Marbun menjelaskan bahwa air sungai tersebut kini tidak lagi bisa digunakan untuk mengaliri kolam ikan, sawah, maupun menyiram sayur-sayuran karena sifat air yang kental akan lumpur.

“Kalau kita pakai nyiram sayur, malah sayurnya rusak lagi. Kita harap penegak hukum supaya turun ke lapangan, jangan biarkan aktivitas ini,” tegasnya menambahkan.

Selain warga lokal, para mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi juga mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Air yang dahulu menjadi sandaran hidup kini justru menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Masyarakat mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam menjaga kelestarian alam dan pengembangan pariwisata. Jika untuk menjaga aset yang sudah ada saja dinilai abai, warga ragu akan masa depan pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Kini, warga hanya bisa berharap adanya ketegasan dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera menertibkan aktivitas PETI di hulu sungai. Pemulihan fungsi air Riam Sebopet menjadi desakan utama demi keberlangsungan hidup masyarakat dan masa depan pariwisata Bengkayang.

  • Penulis: Rinto Andreas
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Sambas Kloter 14 Segera Bertolak ke Madinah, Pemkab Berikan Bekal Uang Saku

    Jemaah Haji Sambas Kloter 14 Segera Bertolak ke Madinah, Pemkab Berikan Bekal Uang Saku

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas secara resmi melepas keberangkatan 19 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sambas dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Sambas, Senin (4/5/2026). Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, hadir mewakili Bupati Satono untuk melepas langsung rombongan tamu Allah tersebut. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan pesan penting kepada […]

  • Polisi Tangkap Empat Pelaku Narkoba dalam Operasi Pekat Kapuas 2026 di Singkawang

    Polisi Tangkap Empat Pelaku Narkoba dalam Operasi Pekat Kapuas 2026 di Singkawang

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com — Kepolisian Resor Singkawang, Kalimantan Barat, menangkap empat pelaku peredaran narkotika dalam rangkaian Operasi Pekat Kapuas 2026 yang digelar di wilayah Kota Singkawang. Penangkapan dilakukan secara bertahap setelah polisi mengungkap kasus pertama pada Senin (5/5/2026) dengan mengamankan dua pelaku berinisial G.F. (29) dan A.B. (38). Dari hasil pengembangan, aparat kembali menangkap dua pelaku lainnya, […]

  • Tabligh Akbar Ustaz Askar Wardhana di Masjid Raya Singkawang Berlangsung dengan Pengawalan Polisi

    Tabligh Akbar Ustaz Askar Wardhana di Masjid Raya Singkawang Berlangsung dengan Pengawalan Polisi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Suasana penuh khidmat dan ketenangan menyelimuti Masjid Raya Singkawang pada Selasa malam, 14 April 2026. Ratusan jamaah berkumpul untuk menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah Ustaz Askar Wardhana. Kegiatan rohani ini mengangkat tema “Kembali kepada Allah Subhanawata’ala di Tengah Kesibukan Dunia”. Bagi masyarakat setempat, momen ini menjadi sarana spiritual penting untuk memperkuat […]

  • Audit Satgas Berujung Sanksi: Prabowo Tutup Izin 28 Perusahaan di Hutan

    Audit Satgas Berujung Sanksi: Prabowo Tutup Izin 28 Perusahaan di Hutan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan di kawasan hutan nasional. Pencabutan izin ini merupakan hasil audit dan pemeriksaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam. “Presiden memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti […]

  • Pemerintah Ingatkan Risiko Penyimpangan di Sektor Kehutanan

    Pemerintah Ingatkan Risiko Penyimpangan di Sektor Kehutanan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kehutanan berbasis risiko. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mencegah potensi penyimpangan sekaligus memastikan program kehutanan berjalan efektif. Hal itu disampaikan Rohmat saat menutup Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengawasan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026). “Manajemen risiko harus diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan […]

  • Atap Karat dan Bangunan Lapuk, Aset Bersejarah di Bengkayang Terancam Ambruk

    Atap Karat dan Bangunan Lapuk, Aset Bersejarah di Bengkayang Terancam Ambruk

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rinto Andreas
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Sebuah bangunan tua bersejarah di pusat Kota Bengkayang kini berdiri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Gedung Pancasila Bengkayang, yang telah berdiri tegak sejak tahun 1950, seolah menjadi “saksi bisu” atas pembiaran aset bersejarah daerah selama bertahun-tahun. Pantauan di lapangan pada Rabu (15/4/2026) menunjukkan kondisi gedung yang berlokasi di Kelurahan Bumi Emas tersebut sudah […]

expand_less