Breaking News
Trending Tags
Beranda » Headline » Lumpuh Akibat Kabut Asap, Pengamat Transportasi Sentil 30 Anggota DPRD Singkawang “Jangan Jadi Patung”

Lumpuh Akibat Kabut Asap, Pengamat Transportasi Sentil 30 Anggota DPRD Singkawang “Jangan Jadi Patung”

  • account_circle Rinto Andreas
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Gangguan penerbangan yang berulang kali melumpuhkan operasional Bandara Singkawang akibat kabut asap memicu kritik keras dari kalangan akademisi dan praktisi transportasi. Sorotan tajam tidak hanya mengarah pada kesiapan pengelola bandara dan pemerintah daerah, tetapi juga menyasar gedung wakil rakyat yang dinilai pasif dan bungkam.

Pengamat Transportasi Intermoda Kalimantan Barat sekaligus Ketua Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) Kalbar, Syarif Usmulyani Alqadrie, mempertanyakan komitmen serta keberadaan 30 anggota DPRD Kota Singkawang dalam mengawal persoalan publik yang krusial ini.

Syarif menilai, para legislator daerah terkesan pasif dan sekadar menunggu aduan warga dibanding menjalankan fungsi pengawasan yang responsif dan berinisiatif (jemput bola).

“Jangan sampai masyarakat menilai anggota DPRD hanya bergerak setelah menerima laporan atau ketika persoalan sudah menjadi sorotan publik. Kalian digaji oleh masyarakat, tunjukkan tanggung jawab melalui tindakan nyata,” tegas Syarif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Syarif, terbatasnya jarak pandang (visibility) akibat pekatnya kabut asap berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa pengguna jasa udara dan kepastian pelayanan publik. DPRD Kota Singkawang seharusnya segera mengambil langkah konkret dengan memanggil Wali Kota Singkawang serta manajemen pengelola bandara guna menguji ketahanan mitigasi teknis, koordinasi maskapai, hingga kesiapan navigasi penerbangan.

Ia bahkan menyentil para wakil rakyat agar belajar dari skema penanganan gangguan cuaca di daerah lain, salah satunya melalui studi komparatif ke Bandara Tebelian di Kabupaten Sintang yang memiliki dinamika geografi serupa.

Syarif menggarisbawahi bahwa setiap keputusan rapat dengar pendapat (RDP) wajib disampaikan secara transparan kepada publik. Sebaliknya, kepasifan dewan saat masyarakat membutuhkan kepastian dinilai mencederai amanat rakyat.

“Jangan sampai 30 anggota DPRD hanya menjadi ‘benalu dan patung berhala’ dalam pandangan masyarakat karena dinilai tidak menunjukkan langkah nyata ketika persoalan publik muncul,” ujar Syarif melontarkan kritik pedas.

Lebih jauh, Syarif mempertanyakan independensi fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif. Ia menduga adanya ketakutan politik yang membuat jajaran dewan enggan bersikap kritis kepada Pemerintah Kota Singkawang.

Salah satu spekulasi yang disayangkannya adalah kekhawatiran para legislator kehilangan alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) atau anggaran aspirasi jika terlalu vokal mengkritik kebijakan Pemkot.

“Jangan sampai kepentingan masyarakat kalah oleh kekhawatiran kehilangan pokir. Masyarakat memilih wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi dan mengawasi jalannya pemerintahan, bukan sekadar menduduki kursi dewan,” cecarnya.

Syarif mengingatkan bahwa industri penerbangan memegang teguh prinsip utama keselamatan (safety first). Oleh karena itu, transparansi mengenai ambang batas jarak pandang penerbangan, penanganan penundaan jadwal (delay management), hingga kepastian rute merupakan hak dasar calon penumpang yang wajib dijamin negara.

Ia berharap kritik terbuka ini menjadi pemantik bagi DPRD Kota Singkawang untuk segera memanggil dinas terkait dan pengelola bandara demi menjamin kepastian hukum serta keselamatan penerbangan di Kota Amoy tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi serta tanggapan dari pimpinan DPRD Kota Singkawang maupun Pemerintah Kota Singkawang terkait kritik yang dilayangkan pihak MTUI Kalimantan Barat.

  • Penulis: Rinto Andreas
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang Terkendala Dua Makam Tua, Pemerintah Cari Ahli Waris

    Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang Terkendala Dua Makam Tua, Pemerintah Cari Ahli Waris

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Pembangunan sekolah berhadapan dengan dua jejak masa lalu. Rencana pembangunan Program Sekolah Rakyat di Desa Sakong, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, dihadapkan pada temuan dua makam tua yang berada di dalam area pembangunan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kini membuka pencarian ahli waris maupun masyarakat yang mengetahui identitas kedua makam tersebut sebagai langkah awal […]

  • Urai Kemacetan Pontianak, Norsan Perpanjang Uji Coba Akses Duplikasi Jembatan Kapuas I

    Urai Kemacetan Pontianak, Norsan Perpanjang Uji Coba Akses Duplikasi Jembatan Kapuas I

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan bahwa masa uji coba pengaturan akses kendaraan di kawasan Duplikasi Jembatan Kapuas I Pontianak akan diperpanjang. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi secara menyeluruh efektivitas rekayasa lalu lintas dalam mengurai titik kemacetan kronis di kawasan tersebut. Kepastian itu disampaikan Ria Norsan saat meninjau langsung pelaksanaan uji coba […]

  • Tarif Parkir Wisata Singkawang Melejit, Pemkot Segera Tertibkan Pengelola yang Belum Bayar Pajak

    Tarif Parkir Wisata Singkawang Melejit, Pemkot Segera Tertibkan Pengelola yang Belum Bayar Pajak

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait tingginya tarif parkir di sejumlah kawasan wisata selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026. Keluhan yang ramai di media sosial tersebut menyoroti biaya parkir yang dianggap tidak wajar dan tidak disertai pelayanan keamanan yang memadai. Sebagai langkah nyata, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) […]

  • Usut Tuntas Kasus HPL Pasir Panjang, BPM Kalbar Desak Kajati dan Kajari Singkawang Buka Suara

    Usut Tuntas Kasus HPL Pasir Panjang, BPM Kalbar Desak Kajati dan Kajari Singkawang Buka Suara

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Singkawang memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai perkembangan penanganan perkara Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pasir Panjang, Kota Singkawang. Desakan tersebut dilayangkan usai BPM resmi menyampaikan laporan pengaduan ke Kejati Kalbar pada 5 Oktober 2026. Melalui laporan […]

  • Tindak Lanjuti Atensi KPK, Pemkab Mempawah Perketat Tata Kelola Tambang di Bukit Peniraman

    Tindak Lanjuti Atensi KPK, Pemkab Mempawah Perketat Tata Kelola Tambang di Bukit Peniraman

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kabupaten Mempawah menegaskan komitmen kuat dalam menindaklanjuti perbaikan tata kelola Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), terutama di kawasan Bukit Peniraman. Langkah strategis ini diwujudkan melalui rapat konsolidasi lintas perangkat daerah sebagai bentuk respons cepat terhadap instruksi pimpinan daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, memimpin langsung Rapat Tindak Lanjut Perbaikan Tata Kelola […]

  • Pertamina Ungkap Penyebab Gas Langka di Singkawang: Cuaca Buruk Hambat Bongkar Muat Kapal

    Pertamina Ungkap Penyebab Gas Langka di Singkawang: Cuaca Buruk Hambat Bongkar Muat Kapal

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pertamina secara resmi menambah kuota LPG subsidi 3 kilogram untuk wilayah Kota Singkawang sebesar 47 persen sejak awal Januari 2026. Penambahan yang setara dengan sekitar 26.826 tabung per hari ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah kelangkaan serta lonjakan harga pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu, kebijakan ini juga diambil […]

expand_less