Dagangan Pelaku UMKM Ludes di Hari Pertama Ramadan Fair, Pemkot Singkawang Dorong Inovasi Hiburan Religi
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
- print Cetak

Wali Kota Tjhai Chui Mie dan Wakil Wali Kota Muhammadin tinjau Pasar Juadah Ramadan Fair di Mess Daerah. Antusiasme warga dan wisatawan lintas etnis sangat tinggi. (Foto: Fb/Madin)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Semarak hari pertama Ramadan 1447 Hijriah di Kota Singkawang terasa begitu hangat. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Wakil Wali Kota Muhammadin meninjau langsung aktivitas Pasar Juadah yang berlokasi di halaman Mess Daerah Singkawang pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kehadiran pimpinan daerah ini bertujuan untuk berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam Ramadan Fair. Pasar Juadah dinilai bukan sekadar tempat berburu takjil, melainkan agenda tahunan yang potensial menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjadi magnet wisata religi di Kota Singkawang.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Menariknya, suasana ngabuburit tidak hanya diikuti oleh umat Muslim, tetapi juga warga lintas etnis. Fenomena ini mempertegas posisi Singkawang sebagai kota dengan semangat toleransi yang kuat.
Wali Kota Tjhai Chui Mie pun mendorong panitia agar terus berinovasi dalam mengemas kegiatan ini. Ia mengusulkan penambahan hiburan bernuansa religi yang mencerminkan nilai-nilai Islam guna memperkuat aspek spiritual selain dari aktivitas ekonomi kuliner.
“Luar biasa tumpah ruah masyarakat untuk berburu takjil, baik yang menjalankan ibadah puasa serta banyak juga kami temui wisatawan yang datang ke Singkawang seperti dari Medan, Jakarta, Surabaya, dan Batam,” ujar Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, pada Kamis (19/2/2026).
Muhammadin menambahkan, kehadiran para wisatawan tersebut membuktikan bahwa harmoni antara perayaan Imlek dan Ramadan yang berlangsung berdekatan memberikan kesan mendalam. Banyak pengunjung yang terkesan melihat aktivitas toleransi secara nyata di lapangan.
“Tidak hanya Muslim, saudara kita yang bukan Muslim juga banyak datang ingin melihat, membeli, dan berkuliner di Pasar Juadah. Mereka menyampaikan dan melihat secara nyata aktivitas Imlek dan Ramadan saling menghargai. Namun kami hadir terlalu sore jam 17.00, jualan alhamdulillah sudah pada habis,” tambahnya.
Ludesnya dagangan para pelaku UMKM di hari pertama ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Pemerintah Kota Singkawang. Hal ini menunjukkan bahwa program Ramadan Fair memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat kecil.
Peninjauan ini sekaligus menjadi penegas komitmen pemerintah untuk terus mendukung geliat UMKM serta memperkuat harmonisasi sosial di Kota Singkawang selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar