Sesalkan Pemangkasan Anggaran Pendidikan, Tjhai Chui Mie: Sulit Capai Indonesia Emas 2045
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memprotes pemangkasan anggaran pendidikan sebesar Rp40 miliar. Ia menilai hal ini menghambat visi Indonesia Emas 2045. (Foto: Komf.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, melontarkan kritik keras terkait kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota untuk penyusunan RKPD tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang pada Jumat (17/4/2026) ini sedianya membahas arah kebijakan daerah. Namun, persoalan anggaran pendidikan menjadi sorotan utama sang Wali Kota di tengah upaya mengejar visi besar nasional.
Tjhai Chui Mie mengungkapkan fakta bahwa pada tahun 2026, sektor pendidikan di Kota Singkawang mengalami pemangkasan anggaran yang cukup signifikan, yakni mencapai angka sekitar Rp40 miliar.
“Sekolah-sekolah kita masih banyak membutuhkan perbaikan gedung, sarana prasarana, hingga dukungan teknologi pembelajaran. Tentu sangat sulit untuk mencapai visi misi Indonesia Emas 2045 jika anggaran pendidikan terus dipangkas,” tegas Tjhai Chui Mie pada Jumat (17/4/2026).
Ia berharap kondisi pemotongan anggaran tersebut tidak terulang kembali pada tahun 2027. Menurutnya, mustahil mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk persaingan global jika fasilitas dasar pendidikan tidak mendapatkan dukungan pendanaan yang memadai.
Kritik ini disampaikan bukan tanpa dasar. Secara statistik, Kota Singkawang memiliki performa pendidikan dan kesehatan yang sangat baik di tingkat regional. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Singkawang pada 2025 mencapai 75,67.
Angka tersebut menempatkan Singkawang di posisi kedua tertinggi di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Hal ini menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap kualitas manusia sudah berada di jalur yang benar, namun terancam terhambat oleh keterbatasan dana.
Selain sektor pendidikan, Wali Kota juga memberikan peringatan keras kepada instansi kesehatan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan kota tidak akan berarti jika layanan kesehatan tidak merata dan diskriminatif.
“Bagaimana mau cerita Kota Singkawang maju kalau masyarakatnya saja tidak sehat. Saya ingin pelayanan kepada masyarakat tidak dibeda-bedakan, utamakan kesehatan pasien dulu baru administrasinya,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Singkawang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,39 persen dengan angka kemiskinan yang terus menurun hingga ke level 4,28 persen pada tahun 2025.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur strategis seperti perpanjangan runway bandara, pembangunan jalan lingkar barat–utara, serta akses jalan Singkawang–Bengkayang guna memperlancar arus logistik dan mobilitas warga.
Tjhai Chui Mie pun meminta dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, baik dalam bentuk sinkronisasi program maupun hibah pendanaan.
“Dukungan provinsi sangat kami harapkan, baik dalam bentuk program maupun hibah pendanaan untuk pembangunan yang menjadi kewenangan bersama,” tutupnya.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar