Soroti Degradasi Moral hingga Hoaks, Alumni UNISSAS Sambas Ajak Pelajar Junjung Tinggi Pancasila
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

KAUNISSAS menggelar workshop interaktif sekaligus menginisiasi deklarasi pelajar dan pemuda Sambas untuk menangkal radikalisme, ekstremisme, dan intoleransi. (Foto: Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Keluarga Alumni Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (KAUNISSAS) menggelar workshop interaktif guna membentengi generasi muda dari ancaman degradasi moral, intoleransi, serta bahaya radikalisme. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Pantura Jaya, Sambas, Rabu (28/10/2026) siang.
Mengusung tema “Mewujudkan Pelajar Berkarakter, Cerdas Digital, dan Berwawasan Kebangsaan guna Mencegah Intoleransi, Ekstremisme, dan Radikalisme”, agenda tersebut melibatkan ratusan peserta lintas elemen. Mulai dari pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komite sekolah, hingga tokoh adat dan masyarakat di Kabupaten Sambas.
Ketua Umum KAUNISSAS, Zikriadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi atas keprihatinan para alumni terhadap fenomena penurunan etika, merebaknya perundungan (bullying), minimnya kontrol penggunaan media digital, serta rentannya generasi muda terpapar paham menyimpang.
“Banyak degradasi moral dan akhlak dalam pergaulan lingkungan pelajar dan pemuda hari ini. Terlebih di era digital, banyak yang belajar tanpa bimbingan guru yang jelas sehingga rentan terjebak perselisihan pandangan agama maupun aliran sesat. Belum lagi aksi kenakalan seperti balap liar hingga tawuran pelajar yang mencerminkan luapan emosi tanpa arah. Melalui forum ini, kami ingin memberikan pencerahan dan penguatan karakter,” ungkap Zikriadi.
Zikriadi menambahkan, kehadiran perwakilan pelajar dan pemuda dari berbagai kecamatan ini diharapkan mampu menyebarkan virus positif di lingkungannya masing-masing, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata kampus tercinta bagi kemajuan Kabupaten Sambas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Asrul, menjelaskan bahwa narasumber yang dihadirkan berasal dari kalangan akademisi, praktisi, hingga pegiat organisasi kemasyarakatan. Materi yang dikupas berfokus pada pembangunan integritas kepemimpinan, kecakapan bermedia sosial guna menyaring hoaks, serta penguatan wawasan kebangsaan.
“Tujuan utama kami adalah membekali para siswa, guru, dan pemuda dengan pemahaman utuh mengenai pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme. Ketika kembali ke sekolah maupun lingkungan rumah, mereka dapat mengimplementasikan dan membagikan ilmu yang didapat sehingga potensi konflik maupun paham keliru tidak mudah berkembang,” jelas Asrul.
Di sela-sela acara, seluruh peserta membacakan deklarasi bersama sebagai komitmen moral generasi muda Kabupaten Sambas.
Dalam naskah deklarasi tersebut, para peserta bertekad menjunjung tinggi kejujuran dan toleransi, menghormati keberagaman, menolak penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, setia pada Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta menolak tegas segala bentuk intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme di bumi Sambas Terigas.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar