Pemkot Singkawang Susun Masterplan Kota Baru, Usung Konsep Smart City
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Kota Singkawang mulai menyusun masterplan tata ruang dan pusat kota baru berbasis smart city untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemerataan ekonomi. Foto: dok Humas Pemkot Singkawang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com – Pemerintah Kota Singkawang mulai menyusun masterplan tata ruang dan pengembangan pusat kota baru sebagai upaya mengarahkan pembangunan kota yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Pembahasan program tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Muhammadin dalam rapat kerja di Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (2/6/2026).
Tjhai Chui Mie mengatakan, masterplan tata ruang akan menjadi pedoman dalam pengendalian pemanfaatan ruang, pemberian izin pembangunan, serta penentuan prioritas pembangunan infrastruktur. “Masterplan ini penting agar pembangunan kota berjalan terarah, tidak tumpang tindih, dan tetap selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah,” kata Tjhai Chui Mie.
Dalam rapat tersebut, tim arsitek memaparkan sejumlah alternatif pengembangan wilayah dengan konsep compact city atau kota kompak yang ramah lingkungan dan didukung sistem transportasi terpadu.
Kajian awal juga mencakup analisis daya dukung lingkungan serta proyeksi pertumbuhan penduduk hingga 20 tahun mendatang. Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan pusat kota baru yang diproyeksikan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi, pusat pelayanan publik, dan pusat aktivitas masyarakat.
Menurut Tjhai Chui Mie, perencanaan kawasan harus mempertimbangkan tata ruang, konektivitas antarwilayah, ketersediaan infrastruktur, ruang terbuka hijau, hingga potensi pengembangan ekonomi daerah. Ia meminta kawasan tersebut mengusung konsep smart city dan kota inklusif.
“Ketersediaan ruang terbuka hijau minimal 30 persen, sistem drainase berwawasan lingkungan, jalur pedestrian yang nyaman, serta akses ramah disabilitas harus menjadi bagian penting dalam perencanaan,” ujarnya.
Pemkot Singkawang menilai pembangunan pusat kota baru diperlukan untuk mendukung pemerataan pembangunan sekaligus mengurangi kepadatan di kawasan inti kota. Ke depan, kawasan itu direncanakan dilengkapi pusat pemerintahan baru, area perdagangan dan jasa, hunian terjangkau, ruang publik, serta simpul transportasi yang terhubung dengan wilayah penyangga.
Selain membahas masterplan tata ruang, rapat juga membahas pradesain Bundaran Tirta Cakra Mahkota yang direncanakan menjadi ikon baru Kota Singkawang. Bundaran tersebut akan difungsikan sebagai simpul lalu lintas sekaligus landmark kota yang merepresentasikan identitas masyarakat Singkawang.
Tim arsitek memaparkan desain yang mengangkat nilai budaya lokal melalui ornamen yang menggambarkan harmoni tiga etnis besar di Singkawang. Kawasan bundaran juga akan dilengkapi air mancur, taman tematik, dan pencahayaan artistik untuk memperkuat daya tarik wisata perkotaan.
Tjhai Chui Mie meminta penyempurnaan desain dilakukan dengan melibatkan tokoh budaya, akademisi, dan komunitas kreatif agar nilai-nilai lokal tetap terakomodasi. “Targetnya, ikon baru ini dapat menjadi destinasi wisata perkotaan sekaligus memperkuat citra Kota Singkawang,” katanya.
Pemkot Singkawang juga meminta Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang segera menyelesaikan kajian teknis dan menyiapkan tahapan sosialisasi kepada masyarakat. Menurut dia, seluruh proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar