Breaking News
Trending Tags
Beranda » Headline » Proyek PLTMH Bengkayang Kembali Jadi Sorotan, Warga Minta Transparansi Aktivitas Proyek

Proyek PLTMH Bengkayang Kembali Jadi Sorotan, Warga Minta Transparansi Aktivitas Proyek

  • account_circle Metro Singkawang
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.com – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah elemen masyarakat meminta adanya keterbukaan informasi terkait berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan proyek tersebut.

Sorotan publik antara lain tertuju pada keberadaan fasilitas pengolahan batu atau stone crusher serta tenaga kerja asing (TKA) yang disebut beroperasi di lokasi proyek.

Perhatian masyarakat muncul karena proyek PLTMH tersebut sejak awal menjadi salah satu program strategis yang mendapat dukungan pemerintah daerah. Peletakan batu pertama proyek bahkan sebelumnya dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang bersama sejumlah pihak terkait.

Di tengah pelaksanaan proyek, sejumlah kalangan mulai mempertanyakan aspek pengawasan, perizinan, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Mereka berharap seluruh informasi mengenai aktivitas proyek dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat untuk menghindari spekulasi di ruang publik.

Tokoh masyarakat Bengkayang, Gultom, mengatakan masyarakat memiliki hak memperoleh informasi yang jelas terkait proyek yang berada di wilayah mereka. “Kami berharap ada keterbukaan informasi dari semua pihak terkait sehingga masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai berbagai aktivitas yang berlangsung di lokasi proyek,” kata Gultom pada Jumat, 12 Juni 2026.

Hal serupa disampaikan Marbun dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lira. Menurut dia, transparansi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek strategis nasional agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai aturan dan mendapat pengawasan bersama dari masyarakat.

“Kami meminta instansi terkait melakukan verifikasi terhadap seluruh aspek administrasi yang diperlukan. Jika semuanya sudah sesuai aturan tentu perlu disampaikan kepada publik. Sebaliknya, jika ditemukan kekurangan, maka harus segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Marbun.

Selain keberadaan stone crusher, sejumlah pihak juga menyoroti informasi mengenai tenaga kerja asing yang disebut bekerja di kawasan proyek PLTMH tersebut. Masyarakat meminta instansi berwenang memastikan seluruh tenaga kerja yang terlibat telah memenuhi persyaratan administrasi serta ketentuan ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait dapat memberikan penjelasan resmi mengenai berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut mereka, transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai berbagai pertanyaan yang disampaikan sejumlah pihak terkait proyek tersebut. Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, ruang hak jawab dan hak klarifikasi terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. (Rin)

  • Penulis: Metro Singkawang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerbang Menuju Borneo: RWMF 2026 Padukan Musik Global dan Identitas Budaya Hutan Hujan

    Gerbang Menuju Borneo: RWMF 2026 Padukan Musik Global dan Identitas Budaya Hutan Hujan

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Anwar
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Sarawak menyambut dunia ke hutan hujan seiring dibukanya edisi ke-29 Rainforest World Music Festival (RWMF) 2026 di Kampung Budaya Sarawak (Sarawak Cultural Village). Acara ini menghimpun lebih dari 200 penampil dari 13 negara untuk merayakan musik, budaya, komunitas, dan keberlanjutan selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2026. Menurut Menteri Pariwisata, […]

  • BREAKING NEWS! Empat Ruko di Jalan Sindansana Hangus Dilahap Si Jago Merah

    BREAKING NEWS! Empat Ruko di Jalan Sindansana Hangus Dilahap Si Jago Merah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan empat unit rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sindansana, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, pada Kamis (30/4/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.28 WIB tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar. Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat warga dan pemilik ruko panik […]

  • Hotspot Muncul di Singkawang Timur, Polisi dan Manggala Agni Pastikan Tak Ada Kebakaran

    Hotspot Muncul di Singkawang Timur, Polisi dan Manggala Agni Pastikan Tak Ada Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, langsung direspons aparat kepolisian bersama Manggala Agni. Tim gabungan menyusuri kawasan hutan untuk memastikan laporan hasil pemantauan udara tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli dan ground check dilakukan pada Jumat (10/7/2026) sore sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya risiko kebakaran […]

  • Publik Pertanyakan Transparansi Kejati, Ekspos Tumpukan Duit Rp115 Miliar Tanpa Nama Perusahaan

    Publik Pertanyakan Transparansi Kejati, Ekspos Tumpukan Duit Rp115 Miliar Tanpa Nama Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Penk/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) memamerkan penyelamatan uang negara dalam jumlah fantastis, yakni sebesar Rp115 miliar, pada Kamis pagi (16/4/2026). Uang tersebut merupakan hasil penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan bauksit periode 2017–2023. Namun, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kejati Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak tersebut, pihak […]

  • Polda Kalbar Musnahkan 12 Kg Sabu, 19 Orang Diciduk

    Polda Kalbar Musnahkan 12 Kg Sabu, 19 Orang Diciduk

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Polda Kalimantan Barat memusnahkan 12 kilogram sabu hasil pengungkapan jaringan narkoba besar. Pemusnahan dilakukan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, Rabu (4/2/2026). Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Roma Hutajulu mengatakan, total barang bukti sabu yang diamankan dalam kasus ini mencapai 28.124,84 gram atau sekitar 28,1 kilogram. Dari jumlah tersebut, 12.063 gram […]

  • Sering Jadi Keluhan di Medsos, Ria Norsan Pertegas Pembagian Kewenangan Perbaikan Jalan di Kalbar

    Sering Jadi Keluhan di Medsos, Ria Norsan Pertegas Pembagian Kewenangan Perbaikan Jalan di Kalbar

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota akan terus diperkuat. Langkah ini diambil agar pembangunan serta pemeliharaan jalan di Kalimantan Barat berjalan efektif guna mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas ramainya keluhan masyarakat di media sosial terkait kondisi jalan […]

expand_less