Kalbar Jadi Tuan Rumah KNSI XXI, Wamenhut Ajak Mahasiswa Sylva Indonesia Terjun ke Perhutanan Sosial
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- print Cetak

Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Wamenhut RI membuka KNSI XXI di Universitas Tanjungpura. Forum ini fokus pada transformasi kehutanan berkelanjutan. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri langsung pembukaan Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI yang digelar di Teater 1 Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak pada Senin (18/5/2026). Perhelatan akbar ini menjadi ajang berkumpulnya para rimbawan muda dari berbagai penjuru tanah air.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia Rohmat Marzuki, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI Mahfudz, Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko, jajaran OPD Pemprov Kalbar, kalangan akademisi, serta ratusan delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tahun ini, KNSI XXI mengusung tema yang dinilai sangat relevan dengan tantangan ekologis global: “Sylva Indonesia sebagai Katalisator Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui Kolaborasi Multi-Stakeholder dalam Mewujudkan Transformasi Kehutanan yang Berkelanjutan”.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung konsep pembangunan hijau. Ia menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana harus berjalan selaras dengan visi pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Sylva Indonesia, Fakultas Kehutanan Untan, serta seluruh panitia. Kami bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan generasi muda kehutanan Indonesia yang membawa semangat dan komitmen bagi kelestarian lingkungan,” ujar Ria Norsan.
Norsan menilai Sylva Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah intelektual mahasiswa kehutanan untuk membangun kesadaran kolektif, melahirkan inovasi, serta mengasah jiwa kepemimpinan. Ia berharap forum ini tidak berhenti pada ruang diskusi teoretis, melainkan melahirkan rekomendasi konkret yang aplikatif, terutama dalam mendukung target nasional Indonesia FOLU Net Sink 2030.
Selain agenda persidangan dan simposium nasional, panitia juga menjadwalkan kegiatan field trip untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta eksotisme lingkungan Kalimantan Barat, dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah dan ikon budaya di Kota Pontianak.
“Manfaatkan momentum ini untuk membangun sinergi, memperluas jejaring, dan menghadirkan semangat inovasi dalam menjawab tantangan kehutanan,” harap Gubernur.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, dalam arahannya menekankan bahwa mahasiswa kehutanan adalah calon pemimpin masa depan yang harus menempa diri menjadi SDM unggul, berintegritas, dan solutif terhadap dinamika kehutanan di lapangan.
“Kami berharap Sylva Indonesia menjadi organisasi pembelajar. Kementerian Kehutanan berkomitmen membantu peningkatan kapasitas mahasiswa agar terlibat dalam aksi nyata, seperti pendampingan perhutanan sosial, pencegahan dan penanggulangan karhutla, rehabilitasi hutan, hingga upaya konservasi lingkungan,” pungkas Rohmat Marzuki.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar