Peringatan Satu Dekade Haul Akbar Habib Amin Alhinduan, Ribuan Jemaah Padati Ponpes Makarim El Akhlak
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- print Cetak

Ribuan jemaah menghadiri Haul Akbar ke-10 Al Habib Amin bin Muhsin Alhinduan di Singkawang. Gubernur Ria Norsan puji warisan spiritual sang ulama. (FOTO: Komf.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Makarim El Akhlak, Kota Singkawang, untuk menghadiri Haul Akbar ke-10 Al Habib Amin bin Muhsin Alhinduan pada Sabtu (2/5/2026) malam. Peringatan satu dekade wafatnya ulama kharismatik tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Al Habib Amin bin Muhsin Alhinduan dikenal luas sebagai Imamuth Thariqah Naqsyabandiyah Mudzahariyah yang memiliki pengaruh besar di Kalimantan Barat. Kehadiran ribuan jemaah dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti nyata bahwa pengaruh spiritualitas dan keilmuan beliau masih tetap terjaga hingga kini.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan beserta istri Erlina Ria Norsan, Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta jajaran Forkopimda Kota Singkawang.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan haul ini merupakan cerminan dari ketulusan seorang ulama dalam membimbing umat. Menurutnya, meski telah sepuluh tahun berpulang, ajaran tasawuf dan zikir yang ditanamkan almarhum masih terus diamalkan oleh para muridnya.
“Ini terlihat dari antusiasme jemaah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah yang dibawa beliau merupakan salah satu yang berkembang luas di Kalimantan Barat. Hal ini mencerminkan keikhlasan beliau sehingga jejak perjuangannya tetap membekas di hati para pengikutnya,” ujar Ria Norsan.
Lebih lanjut, Ria Norsan menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah (umara) dalam membangun peradaban bangsa. Ia menilai pesantren menjadi ujung tombak dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak mulia sekaligus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
“Sejarah membuktikan, kolaborasi ulama dan umara melalui pesantren menjadi ujung tombak dalam membentuk generasi yang beradab dan berkarakter Pancasila guna menjaga persatuan bangsa dari Sabang hingga Merauke,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memberikan apresiasi tinggi terhadap metode dakwah Habib Amin Alhinduan semasa hidupnya. Beliau dikenal sebagai sosok pendakwah yang menyejukkan dan mampu merangkul keberagaman di Kota Singkawang.
“Dakwah beliau tidak hanya menenangkan umat, tetapi juga merangkul seluruh elemen masyarakat lintas suku dan agama. Ini menjadi teladan dalam menjaga harmoni di Kota Singkawang,” ungkap Tjhai Chui Mie.
Tjhai Chui Mie berharap para penerus dan pengasuh Pondok Pesantren Makarim El Akhlak dapat terus menjaga keistiqamahan dalam melanjutkan perjuangan dakwah almarhum. Harapannya, nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan dapat terus diimplementasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari demi kedamaian dan kemajuan daerah.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar