Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pilihan Editor » Berbagi Sultan yang Sama, Hubungan Historis Sambas-Sarawak Diungkap Tour Guide Malaysia

Berbagi Sultan yang Sama, Hubungan Historis Sambas-Sarawak Diungkap Tour Guide Malaysia

  • account_circle Tim Liputan
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Hubungan emosional dan historis antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, ternyata telah mengakar kuat sejak berabad-abad silam. Salah satu bukti otentik yang mengikat kuat kekerabatan dua wilayah bertetangga ini tertuju pada satu nama besar: Sultan Tengah.

Jejak peradaban ini dikupas kembali oleh Mohd Nurnazmi, selaku Tour Guide resmi dari Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia, saat membawa sejumlah awak media asal Indonesia berkunjung ke Makam Sultan Tengah yang berada di kawasan Kampung Santubong, Kuching, Sarawak, Malaysia, Senin (29/6/2026).

Menurut versi penuturan sejarah di Malaysia, Sambas—khususnya Sambas Melayu—memiliki keterkaitan darah yang sangat rapat dengan Sarawak Melayu. Hal tersebut dikarenakan kedua wilayah ini pernah berbagi pemimpin atau sultan yang sama.

“Untuk Sambas, setelah dari sini (Sarawak), beliau sempat menjadi Sultan Sambas. Karena Sultan Tengah ini seorang yang suka mengembara. Beliau berhenti di sini, beliau membangun kerajaan. Beliau berhenti di Sambas, beliau membangun kerajaan di sana,” jelas Nurnazmi.

Nurnazmi memaparkan bahwa keberadaan Sultan Tengah bermula dari wilayah Sarawak yang kala itu berada di bawah naungan Kesultanan Brunei. Berdasarkan data pada papan informasi di kawasan makam, baginda merupakan sultan pertama sekaligus terakhir di Sarawak yang naik takhta sekitar tahun 1599 Masehi dengan gelar Sultan Ibrahim Ali Omar Syah.

Sifatnya yang gemar mengembara membawa Sultan Tengah melakukan perjalanan jauh ke wilayah Johor-Pahang. Menariknya, dalam perjalanan pulang menuju Sarawak, kapal baginda sempat terdampar di Sukadana (sekarang masuk wilayah Kabupaten Kayong Utara/Ketapang). Di Sukadana inilah sang sultan membina rumah tangga.

“Semasa berangkat balik dari Johor, Baginda terdampar di Sukadana dan berkahwin (menikah) di sana. Jadi kita tidak menutup kemungkinan itu (istri orang Sukadana), karena itu saya bilang bahwa Sambas dan Sarawak itu kita tidak jauh berbeda. Maksudnya, beliau memiliki keturunan di sana,” ungkap Nurnazmi.

Pernikahan di tanah Sukadana tersebut kemudian melahirkan keturunan yang menjadi penguasa di Kalimantan Barat. Berdasarkan catatan manuskrip setempat, seorang putera baginda kemudian diangkat menjadi Sultan Sambas, dan seorang putera lainnya menjadi Sultan Matan.

Tulisan yang tertera di dekat makam Sultan Tengah. (Foto: Tim Liputan)

Silsilah inilah yang menjawab mengapa arsitektur istana kuno di Sambas memiliki kemiripan struktur tertentu, walau dalam skala yang lebih minimalis.

Kisah sang pengembara agung ini harus berakhir tragis di tanah Sarawak. Sekembalinya dari tanah Kalimantan, Sultan Tengah mangkat akibat dibunuh oleh anggota keluarganya sendiri di kawasan Batu Buaya pada tahun 1641, dan kemudian jasadnya dimakamkan di Santubong.

Meskipun Dinasti Sultan Tengah di Sarawak telah berakhir, warisannya tidak pernah pudar. Empat nama gelar pembesar Sarawak yang pernah dilantik oleh baginda—yaitu Dato Patinggi Seri Setia, Dato Shahbandar Indera Wangsa, Dato Amar Seri Diraja, dan Dato Temenggong Laila Wangsa—masih tetap kekal menjadi pusaka abadi dan digunakan dalam sistem adat Sarawak hingga hari ini.

  • Penulis: Tim Liputan
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Markas Penyelundupan Tenaga Kerja Ilegal di Kubu Raya Digerebek, Polisi Buru Bos Besar Jaringan Malaysia

    Markas Penyelundupan Tenaga Kerja Ilegal di Kubu Raya Digerebek, Polisi Buru Bos Besar Jaringan Malaysia

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com – Tim Macan Raya Satreskrim Polres Kubu Raya berhasil menggagalkan upaya pengiriman 19 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Sebuah rumah yang berlokasi di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, yang dijadikan gudang penampungan atau “save house” ilegal digerebek petugas pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Operasi senyap ini mengungkap rapinya […]

  • Hanya 1 KM dari Pusat Pemerintahan, Ikon Wisata Riam Sebopet Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

    Hanya 1 KM dari Pusat Pemerintahan, Ikon Wisata Riam Sebopet Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Rinto Andreas
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Ikon wisata alam kebanggaan masyarakat Bengkayang, Riam Sebopet, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Air sungai yang selama ini dikenal jernih dan asri, kini berubah drastis menjadi keruh pekat menyerupai warna susu. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di bagian hulu sungai. Akibatnya, lumpur […]

  • Dukung Pemerintahan Norsan-Krisantus, MABM Tetap Jalankan Fungsi Kontrol Sosial

    Dukung Pemerintahan Norsan-Krisantus, MABM Tetap Jalankan Fungsi Kontrol Sosial

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur pada Minggu (19/4/2026). Momentum ini menjadi sarana penguatan silaturahmi sekaligus penegasan identitas budaya Melayu dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menekankan bahwa budaya Melayu […]

  • RS Yarsi Pontianak Raih Kepercayaan Publik, Sekda Kalbar Soroti Pentingnya Tambah Gedung Rawat Inap

    RS Yarsi Pontianak Raih Kepercayaan Publik, Sekda Kalbar Soroti Pentingnya Tambah Gedung Rawat Inap

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi manajemen dan peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit (RS) Yarsi Pontianak. Perubahan ini dinilai berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat secara signifikan terhadap institusi kesehatan tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, dr. Harisson, mengungkapkan bahwa salah satu bukti keberhasilan RS Yarsi terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur […]

  • Masih Banyak Pasangan Hanya Sah Agama, Dukcapil Sambas Soroti Rendahnya Kesadaran Legalitas Negara

    Masih Banyak Pasangan Hanya Sah Agama, Dukcapil Sambas Soroti Rendahnya Kesadaran Legalitas Negara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas menggelar rapat pembahasan terkait pencatatan perkawinan bagi umat Konghucu pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kantor Kemenag Sambas ini mengungkap fakta mengenai masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap legalitas negara. Dalam diskusi tersebut, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas menyebutkan […]

  • Asmadi Tegaskan Tak Ada Kendala Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Singkawang Melalui APBD

    Asmadi Tegaskan Tak Ada Kendala Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Singkawang Melalui APBD

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan pembayaran gaji Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu berjalan lancar. Hingga saat ini, para guru PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkot Singkawang dilaporkan telah menerima hak gaji mereka selama tiga bulan terakhir tanpa kendala berarti. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

expand_less