dr. Achmad Hardin Tegaskan Sopir Ambulans di Singkawang Wajib Kuasai Keterampilan Pertolongan Pertama
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
- print Cetak

Dinkes dan KB Kota Singkawang bersama PT Jasa Raharja menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk driver ambulans dan operator PSC 119. (Foto: Komf)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Singkawang bekerja sama dengan PT Jasa Raharja Cabang Singkawang menggelar pelatihan bagi driver ambulans se-Kota Singkawang dan operator Public Safety Center (PSC) 119. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinkes dan KB Kota Singkawang, Rabu (24/6/2026).
Pelatihan ini menghadirkan Founder Juang Center, Ns. Egidius Umbu Ndeta, serta Kepala PT Jasa Raharja Cabang Singkawang, Febri Irawan, sebagai narasumber.
Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi kegawatdaruratan, kemampuan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD), memperkuat koordinasi antara PSC 119 dan driver ambulans, serta mendukung pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, dr. Achmad Hardin mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak hanya difokuskan kepada para driver ambulans, tetapi juga operator PSC 119 agar mampu menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif dengan layanan darurat 112 milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“PSC 119 merupakan salah satu komponen penting dalam sistem layanan darurat 112. Karena itu, kemampuan komunikasi yang baik harus dimiliki petugas agar setiap laporan yang masuk, baik melalui 112 maupun 119, dapat ditangani secara optimal dan memudahkan koordinasi dengan driver ambulans di lapangan,” ujarnya.
Menurut Hardin, driver ambulans memiliki peran strategis dalam rantai pelayanan kegawatdaruratan. Selain dituntut mampu mengemudikan kendaraan dengan cepat dan aman, mereka juga perlu memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Driver ambulans bukan hanya bertugas membawa kendaraan. Mereka juga harus memiliki kemampuan memberikan bantuan hidup dasar kepada korban, baik pada kasus kecelakaan, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya. Keselamatan korban harus menjadi prioritas hingga tiba di rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, tugas yang diemban petugas PSC 119 dan driver ambulans tidak sekadar menjalankan pelayanan publik, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui pelatihan ini, ia berharap kualitas layanan kegawatdaruratan di Kota Singkawang semakin meningkat sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan yang cepat, responsif, dan profesional saat menghadapi kondisi darurat.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar