Antisipasi Kelangkaan Jelang Idul Fitri, Harisson Minta Distributor Kalbar Terbuka Soal Kendala Logistik
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- print Cetak

Sekda Kalbar Harisson pimpin rakor ketersediaan pangan jelang Idul Fitri. Fokus pada kendala distribusi laut, stok kedelai, hingga ancaman El Nino Juni 2026. (Foto: Adp.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat koordinasi dengan distributor dan pemasok bahan pokok. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan dan energi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Rapat Koordinasi Ketersediaan Bahan Pokok dan Bahan Penting tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Arwana Kantor Gubernur Kalbar pada Rabu, 11 Maret 2026.
Harisson menegaskan bahwa stabilitas harga pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu dukungan aktif dari para distributor dan pelaku usaha dalam seluruh rantai distribusi di daerah.
“Pengendalian harga pangan membutuhkan koordinasi yang kuat. Karena itu kami memerlukan masukan langsung dari para distributor mengenai kondisi distribusi bahan pokok,” ujar Harisson pada Rabu (11/3/2026).
Pemerintah daerah memerlukan informasi akurat dari pelaku usaha untuk mengambil kebijakan yang tepat. Hal ini penting agar ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.
“Kami ingin mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kendala yang dihadapi distributor, sehingga pemerintah dapat menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tambahnya.
Kelancaran distribusi logistik menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut. Harisson mengingatkan bahwa pasokan bahan pokok ke Kalimantan Barat masih sangat bergantung pada transportasi laut.
Hambatan pada jalur distribusi dipastikan akan berdampak langsung pada harga komoditas. Sekda juga menyoroti penggunaan kapal pengangkut kecil sebagai alternatif distribusi jika kapal besar terkendala.
“Kita akan meminta dukungan berbagai pihak karena ini menyangkut kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan,” tegas Harisson.
Sekda turut meminta agar data neraca pangan daerah diperkuat. Data yang diperbarui secara berkala akan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berkualitas dan tepat sasaran.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar melaporkan bahwa stok beras saat ini masih dalam kondisi aman. Namun, komoditas seperti kedelai dan tepung terigu masih menghadapi tantangan distribusi laut.
Perwakilan distributor kedelai, Eko, mengungkapkan adanya keterlambatan pasokan sejak Desember. Hal ini dipicu oleh penundaan pengiriman kapal dari jalur transit internasional.
“Biasanya kami memiliki cadangan stok minimal satu bulan. Namun saat ini stok yang tersedia sangat terbatas, bahkan hanya cukup untuk satu hingga dua hari penjualan,” ungkap Eko.
Selain masalah kapal, pendangkalan alur sungai turut membatasi operasional armada besar. Kondisi ini memaksa proses bongkar muat menggunakan kapal kecil yang jumlahnya terbatas.
Terkait ketersediaan energi, pihak Pertamina memastikan stok BBM dan LPG di Kalimantan Barat masih aman. Tambahan 500 ribu tabung LPG telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap praktik pelangsiran BBM. Surat edaran akan diterbitkan untuk mengatur pembelian agar tidak terjadi penimbunan menjelang hari besar.
Kepala Biro Perekonomian Setda Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, mengingatkan tantangan global tahun 2026. Geopolitik di Selat Hormuz dan Laut Hitam berpotensi mengganggu jalur distribusi gas dan pupuk.
Faktor anomali iklim El Nino juga diperkirakan muncul mulai Juni 2026 hingga Juli 2027. Musim kemarau panjang ini perlu diantisipasi sejak dini karena mengancam harga komoditas pangan dan energi.
“Faktor geopolitik global dan kondisi iklim perlu kita antisipasi sejak dini karena dapat mempengaruhi harga komoditas pangan dan energi,” ujar Harry.
Melalui koordinasi ini, Pemprov Kalbar berkomitmen memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar. Semua pihak diminta bersinergi demi menjamin ketenangan masyarakat merayakan Idul Fitri.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar