Sambut Edisi ke-20, Borneo Jazz Festival 2026 Tambah Area Festival Village dan Fun Run 5K
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- print Cetak

(Ke lima Dari kiri) Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, selaku Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak serta Menteri Pemuda, Olahraga dan Pengembangan Kewirausahaan Sarawak) dalam acara Konferensi Pers Borneo Jazz 2026. (Foto: Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Gelaran musik bertaraf internasional, Borneo Jazz Festival, resmi mengumumkan pelaksanaan edisinya yang ke-20. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, festival tahunan ini akan dipusatkan di jantung pusat kota Miri, tepatnya di Pullman Miri Waterfront, Sarawak, Malaysia, pada 4 dan 5 Desember 2026 mendatang.
Mengusung tema utama “Beyond Jazz”, perhelatan edisi perak ini dirancang bukan sekadar konser musik biasa, melainkan perayaan kolaboratif yang mempertemukan seni, budaya, kreativitas, dan komunitas dari seluruh penjuru Pulau Kalimantan (Borneo) serta dunia internasional.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kuching, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Yang Berhormat Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, menegaskan bahwa pencapaian edisi ke-20 ini merupakan tonggak sejarah yang membanggakan bagi lanskap pariwisata regional.
“Dua puluh edisi merupakan tonggak sejarah yang penting. Tema ‘Beyond Jazz’ mencerminkan arah yang kita inginkan bagi festival ini: berkembang melampaui pengalaman konser tradisional menjadi wadah yang lebih luas bagi musik, budaya, kreativitas, pariwisata, dan komunitas, namun tetap terhubung erat dengan Kalimantan,” ujar Abdul Karim.
Festival tahun ini menyajikan barisan penampil (line-up) bertabur bintang dari tujuh negara yang mewakili Sarawak, Sabah, Brunei, Indonesia, hingga kancah global. Selama dua malam berturut-turut, penonton akan disuguhi 10 pertunjukan yang memadukan genre jazz, R&B kontemporer, hip-hop, musik elektronik, hingga jazz fusion.
Pada malam pembukaan tanggal 4 Desember 2026, panggung utama Main Ballroom Pullman Miri Waterfront akan dimeriahkan oleh Elisha Tiga Eksperiment (Brunei), Marter (Jepang), LaidThis Nite (Indonesia), Q Sound (Amerika Serikat), serta Dato’ Zainalabidin & Julian Chan Jazz Orchestra (Malaysia).
Sementara pada malam kedua, 5 Desember 2026, deretan pengisi acara melingkupi Nathanie Ngu (Sarawak), Greg Tan & Ai Furusato di bawah naungan Berklee Asia Rising, Matthew Sayersz & Marclesia Karim (Indonesia), Brekky Boy (Australia), serta Platina Jazz (Swedia).
Tak hanya pertunjukan berbayar di panggung utama, ajang ini juga menghadirkan Borneo Jazz Festival Village di area luar ruangan yang dibuka gratis bagi umum mulai pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat. Area ramah keluarga ini menghadirkan Paviliun All Borneo, bazar kuliner, kerajinan tangan, pertunjukan seni, hingga kerja sama lokakarya dan masterclass bersama Berklee Asia Rising.
Sebagai pelengkap kemeriahan, panitia turut menyelenggarakan Borneo Jazz Fun Run, sebuah kegiatan lari santai non-kompetitif sejauh 5 km pada tanggal 5 Desember 2026 pagi yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.
Bagi pencinta musik di Indonesia dan Kalimantan Barat yang ingin menyaksikan langsung festival ini, penjualan tiket resmi akan dibuka secara daring mulai tengah malam tanggal 3 Oktober 2026 melalui situs resmi Jazzborneo.com.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar