Breaking News
Trending Tags
Beranda » Headline » Grebeg Suro Singkawang 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan

Grebeg Suro Singkawang 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan

  • account_circle Metro Singkawang
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.com – Perayaan budaya tahunan Grebeg Suro Singkawang 2026 resmi dimulai. Pembukaan festival yang menjadi agenda rutin masyarakat Jawa di Kota Singkawang itu dilakukan oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di Halaman Parkir Kridasana, Sabtu malam (20/6/2026). Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar perayaan pergantian Tahun Baru Jawa, tetapi juga menjadi simbol pelestarian warisan budaya yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan pembentukan karakter masyarakat.

Menurutnya, tradisi tersebut mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan sekaligus memperkuat nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Grebeg Suro bukan hanya tradisi yang terus dilestarikan setiap tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk menyelaraskan diri dengan Sang Pencipta sekaligus membangun karakter masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan,” ujarnya.

Apresiasi Kreativitas Generasi Muda

Pada kesempatan itu, Tjhai Chui Mie juga memberikan apresiasi terhadap konsep panggung pembukaan Grebeg Suro 2026 yang dinilainya tampil megah dan modern. Ia menyebut desain panggung serta pertunjukan tari kolosal menjadi bukti kreativitas generasi muda Jawa dalam mengemas budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, perpaduan unsur tradisional dengan sentuhan artistik modern membuat pertunjukan budaya semakin menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.

Budaya Jawa Jadi Inspirasi Promosi Budaya Nusantara

Wali Kota juga menilai budaya Jawa telah memiliki pengakuan luas hingga tingkat internasional. Popularitas tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai budaya daerah lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan memperkenalkan kekayaan tradisinya kepada dunia.

Ia berharap seluruh budaya nusantara dapat berkembang sejajar dan menjadi daya tarik yang semakin memperkuat identitas Indonesia di mata masyarakat internasional.

Grebeg Suro Sarat Nilai Religi dan Kebersamaan

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Kota Singkawang (PJKS), Sutopo Ariyanto, menjelaskan bahwa Grebeg Suro memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Jawa.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi perayaan datangnya bulan Muharram dalam kalender Hijriah, tetapi juga merupakan perpaduan harmonis antara ajaran Islam dan budaya yang telah berkembang sejak masa kerajaan-kerajaan Islam di Pulau Jawa.

“Grebeg Suro bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga mengandung nilai syukur, toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Grebeg Suro sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat gotong royong, serta memperkuat persatuan dalam mendukung pembangunan Kota Singkawang.

Kirab Gunungan Meriahkan Malam Pembukaan

Suasana pembukaan Grebeg Suro Singkawang 2026 semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Jawa yang memukau ribuan pengunjung. Atraksi tersebut ditutup dengan kirab gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur atas rezeki dan kemakmuran.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalannya prosesi budaya tersebut. Selama sepekan ke depan, berbagai agenda seni, budaya, dan tradisi Jawa akan terus digelar sebagai bagian dari rangkaian Grebeg Suro Singkawang 2026, sekaligus memperkuat posisi Kota Singkawang sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kalimantan Barat. (Rin)

  • Penulis: Metro Singkawang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Kinerja Positif Pariwisata 2025, Wisnus Jadi Andalan di Tengah Tantangan Global

    Kinerja Positif Pariwisata 2025, Wisnus Jadi Andalan di Tengah Tantangan Global

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com — Kementerian Pariwisata mencatat kinerja positif sektor pariwisata nasional sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara sama-sama menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari–November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, naik 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Pasar utama masih didominasi […]

  • Remaja 15 Tahun Terlibat Penyerangan Warkop Diamankan di Singkawang, Patroli Sisir Titik Rawan Dini Hari

    Remaja 15 Tahun Terlibat Penyerangan Warkop Diamankan di Singkawang, Patroli Sisir Titik Rawan Dini Hari

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Sat Samapta Polres Singkawang melaksanakan Patroli Perintis Presisi sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah Kota Singkawang. Kegiatan patroli ini dilaksanakan mulai Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 7 Februari 2026. Petugas bersiaga memantau situasi kota mulai pukul 20.00 WIB hingga 08.00 WIB guna memastikan keamanan […]

  • Bupati Bengkayang Tegaskan Hak Warga Tak Boleh Dirampas dalam Konflik Lahan Koperasi Karimunting

    Bupati Bengkayang Tegaskan Hak Warga Tak Boleh Dirampas dalam Konflik Lahan Koperasi Karimunting

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan bahwa hak masyarakat dalam konflik agraria di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, harus dilindungi dan tidak boleh dirampas oleh pihak mana pun, termasuk terhadap lahan yang telah memiliki sertifikat hak milik (SHM). Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Koperasi Dasar Tumbuh Harapan (DTH) dan Koperasi […]

  • Kuliah Gratis dan Jaminan ASN, STMKG Siapkan Karpet Merah Bagi Putra-Putri Kalbar

    Kuliah Gratis dan Jaminan ASN, STMKG Siapkan Karpet Merah Bagi Putra-Putri Kalbar

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Langkah ini diambil sebagai respons atas fakta keprihatinan bahwa selama hampir sepuluh tahun terakhir, belum ada putra daerah asal Kalimantan Barat yang berhasil lolos seleksi di sekolah kedinasan tersebut. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, […]

  • Monitoring IPKP BNPP di Jagoi Babang Soroti Penguatan Fasilitas Perbatasan

    Monitoring IPKP BNPP di Jagoi Babang Soroti Penguatan Fasilitas Perbatasan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat (Karantina Kalbar) melalui Satuan Pelayanan PLBN Jagoi Babang ikut dalam kegiatan Monitoring Pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan (IPKP PPKP) Tahun 2026 yang digelar Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI. Kegiatan yang berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang itu […]

  • Cerita Pengunjung Berusia 60 Tahun di RWMF 2026: Di Sini Semua Batasan dan Agama Dikesampingkan Dulu

    Cerita Pengunjung Berusia 60 Tahun di RWMF 2026: Di Sini Semua Batasan dan Agama Dikesampingkan Dulu

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Anwar
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Festival Musik Ikonik, Rainforest World Music Festival (RWMF) 2026 kembali digelar di kaki bukit Gunung Santubong, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 26-28 Juni 2026. Acara ini menyuguhkan suasana berbeda di tengah alam, dalam lebatnya hutan hujan yang terpelihara dengan baik. Atmosfer penuh kebersamaan dan keterbukaan di RWMF 2026 dirasakan langsung oleh Bob, salah seorang […]

expand_less