Wagub Krisantus Datangi Situs Keramat Raja Mawikng Ditemani Panglima Jilah
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- print Cetak

Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan mengunjungi situs keramat Raja Mawikng di Kabupaten Landak. Pemprov Kalbar siapkan anggaran 2027 untuk pengembangan cagar budaya. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melakukan kunjungan kerja strategis ke situs budaya keramat Raja Mawikng yang terletak di tengah hutan asri Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, pada Minggu (19/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Krisantus didampingi langsung oleh pemimpin besar pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah atau Pangalangok Jilah, serta sejumlah tokoh pemuda Dayak. Kehadiran para tokoh ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemangku adat dalam menjaga warisan leluhur.
Wagub Krisantus menekankan bahwa pelestarian hutan dan tempat-tempat keramat merupakan kewajiban bagi masyarakat Dayak. Ia memandang situs Raja Mawikng bukan sekadar lokasi pemujaan, melainkan simbol jati diri serta kekuatan masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam di Borneo.
“Tempat keramat ini adalah lokasi yang wajib dijaga dan dilestarikan oleh seluruh komponen masyarakat Dayak. Di sinilah letak jati diri dan kekuatan kita dalam menjaga alam di Kalimantan Barat,” ujar Krisantus Kurniawan usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan adat.
Sebagai wujud nyata perhatian pemerintah, Krisantus menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah merencanakan alokasi anggaran pada tahun 2027 mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan situs Raja Mawikng sebagai kawasan Cagar Budaya yang lebih tertata.
Rencana pengembangan ini mencakup pembangunan tempat berdoa serta lokasi upacara adat yang lebih representatif bagi masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten untuk perbaikan akses jalan dan jembatan menuju lokasi, dengan catatan tetap mempertahankan nuansa alami hutan di sekitarnya.
Krisantus juga memberikan pesan khusus bagi generasi muda Dayak agar tetap memegang teguh akar budaya di tengah gempuran arus modernisasi. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi informasi harus berjalan beriringan dengan pemahaman mendalam terhadap warisan leluhur.
“Jika warisan leluhur dan tempat-tempat keramat kita punah, maka kita akan menjadi suku yang punah. Mari kita jaga budaya dan cagar budaya kita sebagai kekuatan bangsa,” tegas Krisantus menutup pesannya.
Melalui penetapan Raja Mawikng sebagai cagar budaya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap kesadaran masyarakat luas akan pentingnya perlindungan lingkungan hidup terus meningkat. Penghormatan terhadap tradisi lokal diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan alam dan budaya di Kalimantan Barat.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar