Imigrasi Sambas dan Tim PORA Gelar Patroli Gabungan di Perbatasan Aruk
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

Imigrasi Sambas bersama Tim PORA dan sejumlah instansi melaksanakan operasi gabungan di perbatasan Aruk, Sambas, untuk memperkuat pengawasan lintas negara RI-Malaysia. Foto: dok Karantina Kalimantan Barat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com — Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Kabupaten Sambas melaksanakan operasi gabungan di wilayah perbatasan darat Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan patroli tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Karantina Kalimantan Barat, TNI, Polri, Bea Cukai, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) PLBN Aruk, Kejaksaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga unsur intelijen dan pengamanan perbatasan.
Operasi gabungan dilakukan sebagai langkah memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan pelanggaran lintas batas dan aktivitas ilegal.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan PLBN Aruk, Reno Putra, mengatakan keterlibatan Karantina Kalimantan Barat dalam patroli bersama tersebut penting untuk memperkuat pengawasan lalu lintas media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan.
“Partisipasi Karantina Kalimantan Barat menjadi bagian penting dalam penguatan pengawasan media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan yang keluar maupun masuk melalui wilayah perbatasan negara,” ujar Reno.
Menurut dia, sinergi lintas instansi diperlukan agar pengawasan di kawasan perbatasan dapat berjalan lebih optimal.
“Melalui patroli bersama ini, diharapkan koordinasi dan pengawasan lintas sektor di kawasan perbatasan RI-Malaysia semakin optimal demi menjaga kedaulatan negara dan melindungi sumber daya hayati Indonesia,” katanya.
Wilayah Aruk merupakan salah satu jalur perlintasan strategis antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Barat. Mobilitas orang dan barang di kawasan tersebut tergolong tinggi sehingga pengawasan terus diperkuat oleh aparat dan instansi terkait.
Dalam patroli gabungan itu, petugas menyisir sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi pelanggaran keimigrasian, penyelundupan, serta aktivitas ilegal lainnya di kawasan perbatasan. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar