Untuk Pertama Kali, Paguyuban Maluku Ikut Meriahkan Perayaan Gawe Naik Dango di Monterado
- account_circle Rinto Andreas
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- print Cetak

Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 tingkat Kecamatan Monterado berlangsung meriah di Rumah Panjang. Bupati Bengkayang apresiasi pelestarian budaya dan persatuan etnis. (Foto: Lomba busana adat dayak/Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, berlangsung meriah dan penuh khidmat di Rumah Panjang Monterado pada Rabu (4/8/2026). Tradisi tahunan masyarakat Dayak ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-etnis.
Kegiatan budaya ini mengusung tema filosofis “Ngampar Uma Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman.” Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, didampingi Ketua PKK Kabupaten, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Heru Pujiono, serta tokoh masyarakat dan berbagai paguyuban lintas etnis.
Gawe Naik Dango merupakan tradisi sakral sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen padi yang melimpah. Di Rumah Panjang Monterado, masyarakat tampak antusias mengikuti ritual adat yang tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda untuk mencintai akar budayanya.
Bupati Sebastianus Darwis dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini secara mandiri dan gotong royong. Ia menegaskan bahwa Naik Dango adalah simbol kuat dari kebersamaan dan penghormatan terhadap alam.
“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk terus menjaga nilai-nilai luhur warisan nenek moyang di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Budaya harus tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat,” tegas Sebastianus Darwis.
Kemeriahan acara tahun ini juga terasa berbeda dengan hadirnya keterlibatan dari berbagai kelompok etnis. Ketua Paguyuban PKM (Perkumpulan Keluarga Maluku) Singbebas, James Lette, mengungkapkan rasa bangganya karena untuk pertama kalinya warga asal Maluku dapat ambil bagian dalam perayaan adat Dayak di Monterado ini.
“Ini merupakan pertama kalinya Paguyuban Ambon hadir dalam acara Gawe Naik Dango, dan kami merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan budaya yang penuh makna ini,” ujar James Lette yang hadir bersama Penasehat PKM Singbebas, Jefry D. Tanamal.
James menambahkan, meskipun kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan dukungan anggaran yang terbatas, kehadiran Bupati Bengkayang menjadi kehormatan besar yang memompa semangat panitia dan masyarakat setempat.
Senada dengan hal itu, Lukas, salah seorang warga Monterado, mengaku bersyukur acara dapat berjalan tertib dengan dukungan cuaca yang cerah. Ia berharap ke depannya perayaan ini bisa dikemas lebih besar lagi agar daya tarik budayanya semakin dikenal luas hingga ke luar daerah.
“Harapan kami ke depan, Gawe Naik Dango di Kecamatan Monterado bisa lebih meriah lagi, lebih ramai, dan terus dikembangkan agar budaya leluhur ini tetap hidup dan semakin dikenal generasi muda maupun masyarakat luar,” harap Lukas.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Gawe Naik Dango ke-3 ini, Kecamatan Monterado kembali membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi fondasi kokoh dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Kabupaten Bengkayang.
- Penulis: Rinto Andreas
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar