Mandiri Secara Teknologi, Diskominfo Singkawang Luncurkan CMS MoSo 1.0 “Molah Sorang”
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- print Cetak

Diskominfo Singkawang meluncurkan CMS MoSo 1.0 untuk kemandirian teknologi. Sistem bertajuk "Molah Sorang" ini dibangun mandiri oleh programmer internal. (FOTO: Ilustrasi/Komf.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang terus diperkuat. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang resmi meluncurkan Content Management System (CMS) mandiri bertajuk MoSo 1.0 dalam kegiatan pelatihan pengelolaan website perangkat daerah pada Selasa (28/4/2026).
Peluncuran ini menandai langkah konkret menuju kemandirian teknologi, sekaligus upaya memperbaiki kualitas tata kelola informasi publik berbasis digital. CMS MoSo 1.0 dirancang sebagai sistem pengelolaan konten yang lebih adaptif terhadap kebutuhan internal pemerintah daerah tanpa ketergantungan pada pihak eksternal.
Nama MoSo merupakan akronim dari “Molah Sorang”, sebuah istilah lokal yang berarti “bikin sendiri”. Penamaan ini mencerminkan semangat kemandirian dalam pengembangan teknologi, di mana seluruh sistem dibangun oleh programmer internal Diskominfo, Armin Martajasa dan Yushanardi, yang mengerjakan sisi front-end maupun back-end secara mandiri.
Pengembang MoSo, Armin Martajasa, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang dengan dua fokus utama, yakni kemudahan penggunaan (user friendly) dan penguatan aspek keamanan data.
“CMS MoSo 1.0 dirancang agar mudah digunakan oleh operator perangkat daerah, sekaligus memiliki ketahanan dari sisi keamanan sistem,” ujar Armin Martajasa, Selasa (28/4/2026).
Pada tahap awal, sistem MoSo telah diimplementasikan di 10 perangkat daerah. Implementasi bertahap ini diharapkan mampu memastikan proses adaptasi berjalan optimal, sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi tim pengembang untuk penyempurnaan sistem di masa mendatang.
Armin juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan platform tersebut. Penguatan fitur dan peningkatan sistem keamanan menjadi prioritas utama seiring dengan dinamika kebutuhan pengguna serta meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur digital pemerintah.
“Pengembangan tidak berhenti di versi 1.0. Kami akan terus menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk memperkuat mitigasi terhadap potensi kerentanan keamanan,” tegas Armin.
Dengan hadirnya MoSo 1.0, Pemkot Singkawang kini memiliki kendali penuh atas infrastruktur penyebaran informasi digitalnya. Hal ini diharapkan dapat memangkas birokrasi teknis serta meningkatkan efisiensi dalam pelayanan informasi publik kepada masyarakat luas.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar