Ops Gegar di Miri: Imigrasi Sarawak Amankan 26 WNI di Tempat Hiburan Malam Niah
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- print Cetak

Jabatan Imigrisen Malaysia (JIM) Sarawak menahan 26 WNI dalam "Ops Gegar" di sebuah tempat hiburan malam di Niah, Miri. Sebagian besar tidak memiliki dokumen sah. (Foto: Dok/JIM)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pasukan Tindakan Khusus (PTK) Jabatan Imigrisen Malaysia (JIM) Sarawak melaksanakan operasi penegakan hukum intensif yang dikenal dengan sebutan “Ops Gegar” pada Minggu, 12 April 2026 dini hari.
Operasi tersebut menyasar sebuah tempat hiburan malam (THM) di sekitar kawasan Niah, Miri, setelah melalui proses pemantauan dan penilaian risiko selama beberapa pekan terakhir. Lokasi ini diduga kuat mempekerjakan dan melindungi warga negara asing (WNA) tanpa dokumen resmi.
Dalam penggerebekan yang dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari tersebut, petugas memeriksa total 31 orang, yang terdiri dari lima warga lokal dan 26 warga negara Indonesia (WNI).
Pihak JIM Sarawak menegaskan bahwa mayoritas WNA yang diperiksa tidak mampu menunjukkan legalitas keberadaan mereka di Malaysia.
“Hasil pemeriksaan menemukan bahwa hanya empat warga negara asing yang memiliki paspor, sementara sisanya tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan yang sah,” jelas pihak JIM Sarawak dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (12/4/2026).
Seluruh 26 WNI tersebut kini telah ditahan atas berbagai pelanggaran keimigrasian, di antaranya: Penyalahgunaan izin kunjungan kerja sementara, melampaui batas masa izin tinggal (overstay), dan tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.
Penangkapan dilakukan berdasarkan ketentuan ketat dalam Undang-Undang Imigrasi 1959/63 dan Peraturan Imigrasi 1963 yang berlaku di Malaysia.
Selain menyasar para pekerja migran, investigasi awal juga mengarah pada pemilik tempat usaha. Pemberi kerja diduga sengaja mempekerjakan WNA tanpa izin kerja sah serta memberikan perlindungan bagi imigran ilegal di lokasi miliknya.
Saat ini, seluruh tahanan telah dibawa dan ditempatkan di Depot Imigrasi Bekenu untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut serta tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar