Atap Karat dan Bangunan Lapuk, Aset Bersejarah di Bengkayang Terancam Ambruk
- account_circle Rinto Andreas
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Gedung Pancasila Bengkayang yang berdiri sejak 1950 dalam kondisi rusak parah. Warga keluhkan pembiaran aset sejarah yang kini masih dipakai untuk sekolah. (Foto: Rinto A)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Sebuah bangunan tua bersejarah di pusat Kota Bengkayang kini berdiri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Gedung Pancasila Bengkayang, yang telah berdiri tegak sejak tahun 1950, seolah menjadi “saksi bisu” atas pembiaran aset bersejarah daerah selama bertahun-tahun.
Pantauan di lapangan pada Rabu (15/4/2026) menunjukkan kondisi gedung yang berlokasi di Kelurahan Bumi Emas tersebut sudah jauh dari kata layak. Kerusakan terlihat jelas pada bagian atap seng yang mulai rusak dan berkarat, sementara beberapa struktur bangunan mulai lapuk dimakan usia.
Halaman gedung pun tidak luput dari pemandangan kumuh karena dipenuhi rumput liar serta minimnya sentuhan perawatan rutin. Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan statusnya sebagai salah satu bangunan paling bersejarah yang telah melewati tujuh dekade.
Ironisnya, meski kondisinya mengkhawatirkan, gedung tersebut saat ini masih difungsikan secara aktif untuk kegiatan sekolah oleh sebuah yayasan. Kondisi fisik yang tidak terawat ini menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keamanan dan kenyamanan bagi para siswa dan tenaga pengajar di dalamnya.
Nilai historis yang melekat kuat pada Gedung Pancasila seolah terabaikan di tengah kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan aset daerah. Hal ini memicu keprihatinan dari masyarakat setempat yang menyayangkan rusaknya simbol sejarah kota tersebut.
Wandi, salah satu warga Bengkayang, mengaku miris melihat kondisi bangunan yang semakin hancur. Ia menilai pemerintah daerah seharusnya memiliki komitmen lebih dalam menjaga aset-aset yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Bengkayang.
“Ini bangunan tua yang punya sejarah. Jangan sampai dibiarkan rusak. Apalagi masih dipakai untuk kegiatan sekolah, harusnya lebih diperhatikan,” ujar Wandi pada Rabu (15/4/2026).
Warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bengkayang segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan fisik menyeluruh maupun penataan kawasan sekitar. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan aktivitas pendidikan yang masih berlangsung di gedung tersebut.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan bangunan yang telah berusia 76 tahun ini akan kehilangan nilai sejarahnya secara permanen. Selain itu, potensi ambruknya bagian bangunan yang lapuk sewaktu-waktu dapat membahayakan nyawa penggunanya.
Hingga saat ini, Gedung Pancasila Bengkayang tetap berdiri di jantung kota, namun keadaannya yang memprihatinkan menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian warisan masa lalu agar tidak hilang ditelan zaman.
- Penulis: Rinto Andreas
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar