Breaking News
Trending Tags
Beranda » News » Publik Pertanyakan Transparansi Kejati, Ekspos Tumpukan Duit Rp115 Miliar Tanpa Nama Perusahaan

Publik Pertanyakan Transparansi Kejati, Ekspos Tumpukan Duit Rp115 Miliar Tanpa Nama Perusahaan

  • account_circle Penk/Tim
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MetroSingkawang.Com — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) memamerkan penyelamatan uang negara dalam jumlah fantastis, yakni sebesar Rp115 miliar, pada Kamis pagi (16/4/2026).

Uang tersebut merupakan hasil penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan bauksit periode 2017–2023. Namun, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kejati Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak tersebut, pihak kejaksaan dinilai tidak menjelaskan konstruksi perkara secara gamblang.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalbar, Siju, menjelaskan bahwa penyelamatan uang dilakukan usai tim penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kota Pontianak, Kabupaten Sanggau, hingga Kabupaten Ketapang.

Sayangnya, pihak Kejati tidak menyebutkan pihak-pihak yang terlibat, mulai dari identitas saksi, nama perusahaan pertambangan yang dimaksud, hingga detail lokasi objek pertambangan tersebut.

Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai komitmen transparansi kejaksaan. Fokus publik kini hanya tertuju pada tumpukan uang tunai Rp115 miliar yang dipajang, tanpa adanya kejelasan mengenai siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum.

Dalam penjelasannya, Siju menyebutkan bahwa penyidik menemukan adanya kewajiban perusahaan untuk menempatkan jaminan kesungguhan sebesar 5 persen guna pembangunan smelter pada periode 2019 hingga 2022. Namun, kewajiban tersebut tidak pernah direalisasikan oleh pihak perusahaan.

“Setelah dilakukan penegakan hukum, perusahaan tersebut menitipkan dana sebesar Rp115 miliar kepada penyidik Kejati Kalbar,” ujar Siju pada Kamis (16/4/2026).

Meskipun uang dalam jumlah besar telah diamankan, Kejati Kalbar hingga saat ini belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini. Siju berdalih bahwa penyidikan masih terus berjalan dan berpotensi berkembang.

“Untuk penetapan tersangka masih dalam proses. Kami akan sampaikan pada waktunya,” kata Siju singkat di hadapan awak media.

Pemeriksaan kasus ini juga telah melibatkan saksi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dimintai keterangan di Kejaksaan Agung guna memperkuat alat bukti.

Perkara ini secara spesifik menyoroti dugaan penyimpangan tata kelola pertambangan bauksit, khususnya terkait kewajiban fasilitas pemurnian atau smelter. Dana Rp115 miliar tersebut kini dititipkan di Rekening Penampungan Lain (RPL) pada salah satu bank pemerintah sebelum nantinya disetorkan ke kas negara.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas pertambangan bauksit periode 2017–2023. Kejati Kalbar kemudian menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan pada 11 November 2025, sebelum meningkatkan statusnya ke tahap penyidikan pada 2 Januari 2026.

Sebelumnya, Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI juga sempat merilis bahwa penyidik tengah mendalami dua perkara besar di Kalbar, yakni korupsi bauksit dan korupsi produksi tambang emas periode 2019–2021 yang tidak sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta, menambahkan bahwa pemeriksaan saksi dari Kementerian ESDM bertujuan untuk melengkapi berkas perkara, terutama terkait proses perizinan dan rekomendasi ekspor.

Masyarakat kini menunggu langkah berani Kejati Kalbar untuk mengungkap aktor di balik penyimpangan dana jaminan smelter ini agar citra keterbukaan penanganan hukum di Kalimantan Barat tetap terjaga.

  • Penulis: Penk/Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Karhutla Lumpuhkan Ekonomi dan Kesehatan, PKB Kalbar Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Restorasi Ekosistem

    Karhutla Lumpuhkan Ekonomi dan Kesehatan, PKB Kalbar Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Restorasi Ekosistem

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Barat secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Kalimantan Barat, Kamis siang (15/10/2026). Usai menyampaikan pernyataan sikap di Pontianak, DPW PKB Kalbar menggelar forum diskusi bersama jajaran pengurus dengan menghadirkan perwakilan masyarakat adat, Irenius Kadem, […]

  • Bupati Bengkayang Tegaskan Hak Warga Tak Boleh Dirampas dalam Konflik Lahan Koperasi Karimunting

    Bupati Bengkayang Tegaskan Hak Warga Tak Boleh Dirampas dalam Konflik Lahan Koperasi Karimunting

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Metro Singkawang
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.com – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan bahwa hak masyarakat dalam konflik agraria di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, harus dilindungi dan tidak boleh dirampas oleh pihak mana pun, termasuk terhadap lahan yang telah memiliki sertifikat hak milik (SHM). Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Koperasi Dasar Tumbuh Harapan (DTH) dan Koperasi […]

  • Tanggapi Isu Bebasnya Terdakwa Korupsi Hibah Mujahidin, Kasi Penkum Kejati Kalbar Buka Suara

    Tanggapi Isu Bebasnya Terdakwa Korupsi Hibah Mujahidin, Kasi Penkum Kejati Kalbar Buka Suara

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Gedung Yayasan Mujahidin tetap berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan tahapan proses peradilan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan menyikapi maraknya pemberitaan di media massa dan media sosial terkait berakhirnya masa penahanan dua terdakwa, yakni Ismuni dan […]

  • Sering Jadi Keluhan di Medsos, Ria Norsan Pertegas Pembagian Kewenangan Perbaikan Jalan di Kalbar

    Sering Jadi Keluhan di Medsos, Ria Norsan Pertegas Pembagian Kewenangan Perbaikan Jalan di Kalbar

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota akan terus diperkuat. Langkah ini diambil agar pembangunan serta pemeliharaan jalan di Kalimantan Barat berjalan efektif guna mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas ramainya keluhan masyarakat di media sosial terkait kondisi jalan […]

  • Jembatan Nyaris Roboh Akibat Abrasi, Garis Pantai Matang Danau Paloh Menyusut Tajam

    Jembatan Nyaris Roboh Akibat Abrasi, Garis Pantai Matang Danau Paloh Menyusut Tajam

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com – Usai menuntaskan sejumlah agenda di Kecamatan Jawai, Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, langsung bergerak cepat menuju Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Selasa (13/1/2026). Kunjungan lapangan ini dilakukan secara khusus untuk merespons laporan masyarakat terkait kondisi abrasi pantai yang kian memprihatinkan. Kedatangan pasangan pemimpin daerah ini disambut antusias oleh warga […]

  • Harumkan Nama Kalbar di Tingkat Nasional, Bank Kalbar Bawa Pulang Penghargaan Kategori Aset Rp25–50 Triliun

    Harumkan Nama Kalbar di Tingkat Nasional, Bank Kalbar Bawa Pulang Penghargaan Kategori Aset Rp25–50 Triliun

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    MetroSingkawang.Com — Dari jantung Bumi Khatulistiwa, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung keuangan nasional. Bank Kalbar sukses memboyong penghargaan The Finance Award 2026 berpredikat “Sangat Bagus” dengan skor nilai 91,85 untuk kategori bank aset Rp25 triliun sampai dengan kurang dari Rp50 triliun. Penganugerahan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian […]

expand_less