Angkat Tema Kesempatan untuk Berubah, Empat Pendeta Sambangi Rutan Polres Singkawang
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- print Cetak

Sattahti Polres Singkawang laksanakan pembinaan rohani bagi tahanan Nasrani bertema "Kesempatan untuk Berubah". Upaya membina mental agar tahanan bertaubat. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Sebagai bagian dari upaya membina mental dan spiritual para warga binaan, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti) Polres Singkawang melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi tahanan yang beragama Nasrani.
Kegiatan tersebut dilangsungkan di dalam area Rumah Tahanan (Rutan) Polres Singkawang pada Kamis, 9 April 2026 pagi, dengan suasana yang khidmat dan tertib.
Dalam pelaksanaannya, Polres Singkawang menggandeng sejumlah pendeta dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang sebagai narasumber rohani.
Para pendeta yang hadir memberikan pembinaan adalah Anglina Onga, S.Th, Ester Diana, S.Th, Widyarsih, S.Th, dan Topia, S.Pd.K. Kehadiran mereka disambut baik oleh para tahanan yang tengah menjalani masa proses hukum.
Dalam sesi pembinaan tersebut, para pendeta menyampaikan pesan rohani yang menyentuh hati dengan tema “Kesempatan untuk Berubah (2 Petrus 3:9)”.
Pesan tersebut menekankan pentingnya pertobatan sejati serta menanamkan harapan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di mata Tuhan dan masyarakat.
Kegiatan pembinaan rohani ini diikuti oleh tiga orang tahanan beragama Nasrani. Meski dilakukan dalam suasana kekeluargaan, seluruh rangkaian tetap dilaksanakan dengan pengawasan ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan tahanan.
Kasat Tahti Polres Singkawang, Iptu M Rudito, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian ini merupakan hak setiap tahanan agar mereka tidak kehilangan arah selama masa penahanan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para tahanan dapat mengambil nilai-nilai positif, meningkatkan keimanan, serta memiliki tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Iptu M Rudito pada Kamis (9/4/2026).
Iptu Rudito menegaskan bahwa penegakan hukum di Polres Singkawang tidak hanya fokus pada sisi pidana, tetapi juga tetap memperhatikan aspek kemanusiaan.
Oleh karena itu, pembinaan rohani semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan bagi seluruh tahanan dari berbagai latar belakang agama.
Polri berkomitmen agar masa penahanan di rutan dapat menjadi momentum refleksi diri bagi para tersangka sebelum nantinya menjalani proses hukum lebih lanjut.
Diharapkan dengan mental yang lebih sehat dan religius, risiko pengulangan tindak pidana di masa mendatang dapat ditekan secara signifikan.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar