Pemkot Singkawang Bakal Sidak Seluruh Pengelola Dapur MBG Buntut Dugaan Keracunan di MAN Model
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

Pemerintah Kota Singkawang bergerak cepat tangani kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN Model. Sekda Dwi Yanti instruksikan sidak rutin ke dapur mitra. (Foto: Wali Kota jenguk siswa diduga keracunan/Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang bergerak cepat merespons kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa MAN Model Kota Singkawang. Langkah ini diambil dengan menggelar pertemuan intensif bersama pengelola dapur MBG terkait guna mengevaluasi standar operasional di lapangan.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, bersama pihak SPPG MBG Kecamatan Singkawang Tengah di Ruang Rapat Sekda Kantor Wali Kota Singkawang pada Selasa, 10 Februari 2026.
Terkait kondisi para korban, Dwi Yanti menyampaikan bahwa penanganan medis telah berjalan dengan baik. Dari total 56 orang yang terdampak, sebanyak 54 orang telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang, sementara dua siswa lainnya masih menjalani perawatan akhir.
“Penanganan sudah maksimal. Saat ini tinggal dua orang yang masih dirawat dan informasinya hari ini sudah diperbolehkan pulang,” ujar Dwi Yanti pada Selasa (10/2/2026).
Mengenai penyebab pasti dugaan keracunan, Pemkot Singkawang masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel makanan telah dikirim untuk diperiksa secara mendalam guna mengetahui kandungan bakteri atau zat yang memicu insiden tersebut.
Sebagai langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa, Dwi Yanti menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di Singkawang. Salah satu kebijakan yang akan diambil adalah pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) secara acak kepada para mitra penyedia makanan.
“Sidak akan dilakukan secara dadakan agar kondisi riil di lapangan bisa diketahui. Fokusnya pada penerapan SOP, perizinan, dan aspek lingkungan,” tegas Sekda Singkawang tersebut.
Selain sidak, pemerintah daerah berencana mengumpulkan seluruh mitra dapur MBG yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Pertemuan itu bertujuan untuk memberikan arahan langsung dari Wali Kota Singkawang terkait standar keamanan pangan yang wajib dipatuhi.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Achmad Hardin, menambahkan bahwa pembinaan terhadap pengelola dapur sebenarnya telah rutin dilakukan. Upaya ini mencakup pelatihan penjamah makanan hingga penerbitan sertifikat laik higiene.
“Walaupun BGN sudah memiliki spesifikasi standar dapur, Dinas Kesehatan tetap melakukan pendampingan agar standar itu benar-benar diterapkan di lapangan,” jelas Achmad Hardin.
Ia juga memastikan koordinasi lintas instansi tetap berjalan solid, terutama dalam mendukung pemeriksaan sampel yang dilakukan Balai POM. Seluruh biaya perawatan para siswa yang terdampak dipastikan telah ditanggung sepenuhnya melalui mekanisme BPJS Kesehatan.
“Semua korban ditangani menggunakan BPJS Kesehatan. Pihak dapur MBG juga menunjukkan tanggung jawab dengan melakukan pendampingan harian kepada korban,” pungkasnya.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar