Jelang Imlek dan Ramadan, Pemkot Singkawang Pastikan Harga LPG 3 Kg Tetap Rp18.500 di Pangkalan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- print Cetak

Wali Kota Tjhai Chui Mie pastikan stok LPG 3 kg Singkawang aman. Kelangkaan dipicu gangguan kapal Pertamina, kuota ditambah jelang Imlek. (Foto: Diskominfo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kota Singkawang bergerak cepat merespons isu kelangkaan LPG 3 kilogram dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bagi masyarakat. Langkah ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdaginkop & UKM) pada Senin, 19 Januari 2026.
Peninjauan dimulai dari SPBE PT AKA di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sei Wie, kemudian dilanjutkan ke Agen LPG 3 Kg Sinar Gas Utama hingga menjangkau tingkat pangkalan resmi.
Turunnya jajaran Pemkot ke lapangan ini bertujuan untuk memverifikasi secara langsung kondisi riil di jalur distribusi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai pasokan gas bersubsidi.
“Hari ini kita ingin melihat langsung, memastikan bahwa kuota LPG untuk Kota Singkawang sebenarnya tercukupi. Tidak ada pengurangan kuota,” kata Tjhai Chui Mie di sela-sela peninjauan.
Berdasarkan data teknis, Kota Singkawang saat ini didukung oleh dua SPBE, sembilan agen LPG 3 kg, serta 195 pangkalan yang tersebar di lima kecamatan untuk melayani kebutuhan warga.
Khusus di SPBE PT AKA, setiap harinya disalurkan sebanyak 9 Load Order (LO) atau setara dengan 5.040 tabung gas yang didistribusikan kepada tujuh agen resmi di wilayah Singkawang.
Wali Kota menjelaskan bahwa kendala yang sempat memicu persepsi kelangkaan di masyarakat murni disebabkan oleh faktor teknis pada kapal pengangkut milik Pertamina, bukan karena pemangkasan kuota.
“SPBE sudah menyampaikan bahwa kuota sesuai. Hanya saja kemarin pengangkutan LPG mengalami gangguan teknis, sehingga distribusi terlambat,” jelas Tjhai Chui Mie memberikan klarifikasi.
Guna mempercepat pemulihan keadaan, Wali Kota memerintahkan agar seluruh pemilik pangkalan dikumpulkan untuk rapat koordinasi bersama Pemkot agar pola distribusi kembali stabil dan tidak meresahkan.
Pihak pemerintah juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, mengingat momentum Imlek dan Ramadan yang sudah dekat, agar stok gas tetap melimpah dan harga terkendali.
Kepala Disdaginkop & UKM Singkawang, Yasmalizar, mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam bertransaksi dengan mengutamakan pembelian di pangkalan resmi sesuai aturan yang berlaku.
Ia menuturkan bahwa ketersediaan stok di pangkalan sebenarnya tetap terjaga, namun seringkali terlihat langka karena adanya pembatasan penjualan di tingkat pengecer atau warung-warung kecil.
“Kuota di pangkalan tetap. Warga sebaiknya membeli langsung ke pangkalan, bukan di warung,” ujar Yasmalizar mengingatkan masyarakat.
Kabar baiknya, Pertamina telah menyetujui penambahan kuota fakultatif untuk Kota Singkawang menjadi 48 LO sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Pemerintah juga memastikan harga jual gas melon di tingkat pangkalan tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yakni sebesar Rp18.500 per tabung.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan distribusi LPG 3 kg di Kota Singkawang kembali normal dalam waktu dekat tanpa ada gangguan pasokan bagi warga yang membutuhkan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif
- Sumber: Diskominfo

Saat ini belum ada komentar