Bengkayang Bakal Teken MoU dengan Sarawak, Siapkan Tenaga Kerja Terampil dan Digitalisasi Pelayanan
- account_circle Pro/Komf/Tim
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- print Cetak

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menerima audiensi dari pihak Sarawak guna membahas MoU pasokan tenaga kerja terampil dan pengembangan sistem digital. (FOTO: Komf.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Pemerintah Kabupaten Bengkayang tengah bersiap memperluas cakrawala kerja sama lintas negara dengan Pemerintah Sarawak, Malaysia. Agenda besar ini difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pasokan tenaga kerja terampil, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta percepatan digitalisasi pelayanan publik.
Langkah strategis ini dimulai melalui audiensi yang diterima langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, di ruang kerjanya pada Rabu (29/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari pihak Malaysia bersama Tim Karuna yang didampingi oleh mantan Penjabat (Pj) Bupati Bengkayang, Obaja.
Bupati Sebastianus Darwis mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang akan disusun bersama Pemerintah Sarawak. Fokusnya adalah menciptakan sinergi ekonomi dan teknologi yang saling menguntungkan di kawasan perbatasan.
“Nota kesepahaman (MoU) nantinya akan disusun bersama Pemerintah Sarawak, Malaysia,” jelas Sebastianus Darwis.
Dalam bidang ketenagakerjaan, pihak Sarawak menunjukkan ketertarikan besar untuk menyerap tenaga kerja dari Kabupaten Bengkayang. Namun, kerja sama ini menekankan pada kualitas dan keterampilan. Oleh karena itu, Pemkab Bengkayang diminta menyiapkan program pelatihan khusus agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi standar pasar kerja di Malaysia.
Darwis berharap pihak Malaysia dapat memberikan rincian kebutuhan tenaga kerja secara transparan. Hal ini penting agar pemerintah daerah dapat mempersiapkan SDM yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri di Sarawak.
Selain urusan SDM, pertemuan tersebut juga membahas pembangunan ekosistem digital. Tim teknis memaparkan sistem digital terintegrasi yang mencakup pengembangan Digital ID untuk menunjang pelayanan publik. Sistem ini diprediksi dapat terbangun dalam waktu singkat, sekitar tiga bulan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Darwis menegaskan bahwa Bengkayang juga berencana mengembangkan aplikasi layanan darurat 112 sebagai bagian dari transformasi digital daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap langkah kerja sama internasional wajib melalui jalur formal.
“Setiap pengembangan sistem dan kerja sama lintas negara harus dilaporkan kepada pihak Konsulat Jenderal sebagai bentuk koordinasi resmi,” tegas Darwis.
Melalui kerja sama ini, Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak hanya menjadi pengirim tenaga kerja, tetapi juga bertransformasi menjadi daerah yang memiliki keunggulan kompetitif di bidang teknologi dan SDM di beranda depan negara. Hubungan erat dengan Sarawak ini dipandang sebagai langkah awal yang konkret untuk membangun masa depan digital bersama di wilayah Borneo.
- Penulis: Pro/Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar