Perketat Pengawasan Jelang Pembukaan PLB Temajuk Antisipasi Lonjakan Pelintas
- account_circle Metro Singkawang
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- print Cetak

Karantina Kalbar memperkuat pengawasan perbatasan menjelang pembukaan PLB Temajuk pada Agustus 2026. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan pelintas dan mencegah masuknya hama serta penyakit. Foto: dok Karantina Kalbar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat memperketat pengawasan di wilayah perbatasan menjelang pengaktifan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang dijadwalkan pada Agustus 2026.
Penguatan dilakukan melalui kegiatan edukasi masyarakat dalam agenda Gema Membangun Desa pada Jumat (13/6/2026), serta peninjauan langsung kesiapan operasional oleh Tim Satuan Pelayanan PLBN Aruk pada Minggu (14/6/2026).
Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, mengatakan langkah tersebut bertujuan memastikan kesiapan sistem pengawasan di pintu masuk negara, terutama dalam mengantisipasi potensi peningkatan arus pelintas batas dan lalu lintas komoditas dari Malaysia.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK), ikan (HPIK), serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) menjadi fokus utama.
Sementara itu, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina PLBN Aruk, Reno Putra, menekankan pentingnya kesiapan personel dan standar layanan di kawasan perbatasan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas.
“Pembukaan PLB Temajuk diproyeksikan meningkatkan jumlah pelintas. Karena itu, kesiapan personel dan sistem pengawasan harus optimal. Kami mengimbau masyarakat dan pelintas untuk mematuhi ketentuan karantina serta melengkapi persyaratan setiap komoditas yang dibawa,” ujarnya.
Menurut Reno, penguatan sistem biosekuriti di wilayah perbatasan penting untuk mencegah masuknya penyakit eksotik sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hayati nasional.
Pembukaan PLB Temajuk juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas, termasuk pengembangan sektor pariwisata.
Karantina Kalimantan Barat menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga keamanan perbatasan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. (*/)
- Penulis: Metro Singkawang

Saat ini belum ada komentar