20 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Utama Menuju Perkebunan Sawit di Seluas Bahayakan Warga
- account_circle Rinto Andreas
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- print Cetak

Masyarakat Desa Kalon dan buruh perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Foto: Rinto A)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Ruas jalan penghubung yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Desa Kalon, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, menuju kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT Agrinas Palma Nusantara kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Kerusakan parah di jalur tersebut memicu keluhan dari para pekerja dan warga sekitar yang melintas setiap hari, Sabtu (9/5/2026).
Jalan yang menjadi akses tunggal keluar masuk bagi buruh perkebunan dan masyarakat ini dinilai telah lama terabaikan. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perhatian serius dari pihak pengelola jalan maupun perusahaan, sehingga ancaman kecelakaan terus menghantui para pengguna jalan.
Para pekerja mengungkapkan betapa sulitnya melintasi jalur tersebut, terutama saat intensitas hujan tinggi. Permukaan jalan yang licin dan dipenuhi lubang dalam sering kali menyebabkan kecelakaan ringan bagi para buruh yang hendak menuju area perkebunan.
“Sudah hampir dua tahun perusahaan eks Duta Palma ini dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara, tetapi akses jalan keluar masuk pekerja dan masyarakat masih belum diperhatikan,” ungkap salah seorang pekerja dengan nada kecewa kepada awak media.
Persoalan ini pun mendapat sorotan tajam dari Ketua Barisan Pekerja Nusantara (BAPAN), Adi Krismadi. Saat dikonfirmasi, ia mendesak adanya kepedulian nyata baik dari pemerintah desa maupun pimpinan perusahaan terhadap infrastruktur jalan tersebut.
Adi menyebutkan bahwa selama lebih dari dua dekade perusahaan beroperasi di wilayah tersebut, masalah jalan rusak seolah menjadi lagu lama yang tak kunjung selesai.
“Saya berharap kepada pemerintah desa dan pimpinan perusahaan agar memperhatikan akses jalan ini. Apakah ada dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang bisa digunakan untuk membantu perbaikan jalan demi kenyamanan dan keselamatan bersama?” tegas Adi Krismadi.
Ia mengingatkan bahwa jalan tersebut bukan sekadar akses internal perusahaan, melainkan jalur kepentingan umum yang menunjang mobilitas ekonomi warga desa. Perbaikan jalan ini dianggap sebagai langkah mendasar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pekerja.
“Harapan kami tentu agar masyarakat dan para buruh bisa lebih sejahtera dengan adanya akses jalan yang layak dan aman untuk dilalui,” pungkasnya.
Masyarakat Desa Kalon kini menanti langkah konkret dari PT Agrinas Palma Nusantara untuk segera melakukan normalisasi atau pengerasan jalan. Warga berharap keberadaan investasi perkebunan di daerah mereka dapat memberikan dampak positif, salah satunya melalui penyediaan infrastruktur transportasi yang memadai.
- Penulis: Rinto Andreas
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar