Langsung Diuji DPP, PKB Kalbar Cari Ketua DPC yang Paham Teritorial dan Mampu Baca Lawan Politik
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Para calon ketua DPC PKB se-Kalimantan Barat mengikuti UKK di Pontianak. Tim penguji dari DPP PKB nilai komitmen dan target terukur. (FOTO: Mulyadi Tawik (kiri), Rivqy Abdul Halim (kanan)./Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Barat menggelar agenda krusial dalam memperkuat struktur kepemimpinan daerah. Sebanyak 79 calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Aston Hotel Pontianak, Senin (4/5/2026).
Agenda ini menarik perhatian publik dengan hadirnya sederet nama populer di panggung politik Kalimantan Barat. Di antaranya tampak mantan Bupati Sambas, Juliarti Alwi; Wakil Wali Kota Pontianak petahana, Bahasan; mantan Sekda sekaligus Wakil Bupati Ketapang, Farhan; hingga mantan Wakil Wali Kota Singkawang, Abdul Mutholib. Para peserta tidak hanya datang dari kader internal, namun juga tokoh eksternal yang memiliki kesamaan visi dengan PKB.
Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik, menjelaskan bahwa UKK merupakan kelanjutan dari Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar beberapa waktu lalu. Tahapan ini sangat menentukan karena para calon diuji langsung oleh tim dari DPP PKB guna memastikan kemenangan partai di masa mendatang.
“Kita butuh ketua DPC yang betul-betul mengerti kemampuan, mengerti teritorial wilayah kerja, dan mampu menyampaikan manajemen kepartaian yang meyakinkan agar PKB bisa besar,” tegas Mulyadi Tawik.
Materi uji dalam UKK ini mencakup pemahaman ideologi ke-PKB-an, nilai juang partai, penguasaan wilayah, hingga kemampuan memetakan kekuatan kompetitor. Menurut Mulyadi, seorang ketua partai harus mampu membaca strategi lawan politik pada pemilu yang akan datang agar target kemenangan bisa tercapai.
Proses seleksi ini melibatkan lima penguji dari DPP PKB, yakni Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si.; H. Yanuar Prihatin, M.Si.; Dita Indah Sari, SH., MH.; H. Rivqy Abdul Halim, SE, MBA.; dan Muh. Arif Ruba’i.
Salah satu penguji dari DPP PKB, Rivqy Abdul Halim, menekankan bahwa penilaian dalam UKK ini bersifat sangat rahasia. Bahkan, pengurus DPW PKB Kalbar tidak akan mengetahui hasil penilaian tersebut hingga diputuskan secara resmi oleh pusat.
“Materi uji pertama kita mempertanyakan komitmen calon, kinerja yang akan dibangun, dan kesiapan program ke depan. Hasil ini akan saya bawa kepada DPP, dilaporkan, dirapatkan, dan diputuskan oleh DPP PKB,” jelas Rivqy Abdul Halim.
Rivqy menambahkan bahwa DPP PKB memiliki target yang terukur bagi setiap calon ketua DPC. Pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun, termasuk tokoh muda yang kompeten dan memiliki energi besar, asalkan memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan partai di tingkat kabupaten/kota.
Melalui UKK ini, PKB Kalbar berharap dapat melahirkan barisan kepemimpinan yang solid, kompeten, dan siap bertarung dalam dinamika politik nasional maupun daerah di masa depan. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin 14 DPC di Kalimantan Barat sepenuhnya berada di tangan jajaran pimpinan pusat PKB di Jakarta.
- Penulis: Tim Liputan
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar