Kisah Aila Afifah, Bocah 13 Tahun Asal Pontianak Jemaah Haji Termuda SeIndonesia
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- print Cetak

Aila Afifah (13) menjadi jemaah haji termuda Indonesia tahun 2026. Ia berangkat menggantikan ibundanya bersama 1.508 jemaah calon haji asal Kota Pontianak. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Sosok Aila Afifah (13) menjadi pusat perhatian dalam acara Manasik Haji Terintegrasi Kota Pontianak di Aula Masjid Raya Mujahidin, Selasa (14/4/2026) pagi. Siswa kelas VI SD LKIA Pontianak Selatan ini tercatat sebagai jemaah calon haji termuda di Indonesia untuk musim haji tahun ini.
Aila direncanakan berangkat ke tanah suci pada awal Mei mendatang didampingi oleh ayah dan bibinya. Keberangkatannya tahun ini merupakan amanah besar, lantaran ia berangkat menggantikan posisi almarhumah ibundanya yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Saya senang bisa doakan ibu di sana,” ujar Aila singkat saat ditemui di sela-sela kegiatan manasik haji pada Selasa (14/4/2026) pagi.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang membuka secara resmi kegiatan manasik tersebut menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan kuota jemaah tahun ini. Total jemaah calon haji asal Kota Pontianak mencapai 1.508 orang, melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 619 jemaah.
Secara rinci, komposisi jemaah tahun ini didominasi oleh perempuan sebanyak 843 orang, sementara laki-laki berjumlah 665 orang. Rentang usia jemaah pun sangat kontras, dengan jemaah tertua berusia 83 tahun dan Aila Afifah sebagai yang termuda di usia 13 tahun.
“Ini luar biasa. Antusiasme masyarakat Pontianak untuk menunaikan rukun Islam kelima sangat tinggi. Ini menunjukkan anugerah besar dari Allah SWT bagi kita semua,” kata Edi Rusdi Kamtono.
Kepada seluruh jemaah, Wali Kota berpesan agar tetap menjaga kesehatan fisik dan memperkuat mental. Mengingat cuaca di tanah suci yang panas serta jutaan orang yang berkumpul dari seluruh dunia, kesabaran menjadi kunci utama dalam menjalankan rangkaian ibadah hingga puncak wukuf di Arafah.
Edi juga meminta agar para jemaah menata hati dan mengikuti seluruh instruksi dari Kementerian Agama agar perjalanan ibadah berjalan lancar. Di akhir sambutannya, ia menitipkan doa agar Kota Pontianak senantiasa diberikan keberkahan dan kedamaian oleh para jemaah saat berada di tanah suci nanti.
“Jangan lupa doakan Kota Pontianak juga. Mudah-mudahan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” harap Edi Kamtono.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Perwakilan Kota Pontianak, Muslimin, memastikan bahwa seluruh persiapan administrasi jemaah sudah hampir rampung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses pengurusan paspor jemaah tahun ini berjalan sangat lancar tanpa kendala teknis hingga batas waktu yang ditentukan.
Peningkatan kuota ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi warga Pontianak yang telah lama mengantre untuk segera menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar