Sekda Dwi Yanti Puji Capaian Bebas BABS Singkawang Utara, Minta Musrenbang Serius Tangani Stunting
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Musrenbang Singkawang Utara 2027 menitikberatkan pada pengembangan potensi pertanian untuk swasembada pangan serta penuntasan isu stunting dan kemiskinan ekstrem. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kecamatan Singkawang Utara untuk tahun 2027 memberikan perhatian besar pada penguatan potensi lokal serta penyelesaian berbagai isu sosial utama.
Dalam forum yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026 tersebut, optimalisasi sektor unggulan serta penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi pokok bahasan utama. Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, mengutarakan bahwa Musrenbang harus berfungsi sebagai ruang untuk menjaring aspirasi masyarakat secara menyeluruh.
Dwi menilai masyarakat merupakan pihak yang paling memahami dinamika dan potensi di wilayahnya sendiri. Oleh karena itu, setiap gagasan kreatif yang muncul perlu diakomodasi sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Seluruh aspirasi masyarakat harus benar-benar ditindaklanjuti agar potensi yang ada dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan warga,” ungkap Dwi Yanti saat membuka agenda Musrenbang tersebut.
Ia menekankan agar seluruh jajaran Pemerintah Kota Singkawang bekerja secara terpadu dalam mengeksekusi hasil musyawarah tersebut. Hal ini bertujuan agar pembangunan yang dirancang benar-benar berdaya guna dan menyentuh kebutuhan rill penduduk.
Salah satu sektor yang mendapatkan penekanan adalah bidang pertanian dan perkebunan. Dwi memandang Kecamatan Singkawang Utara memiliki ketersediaan lahan yang sangat luas dan strategis untuk menyokong program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
“Potensi pertanian dan perkebunan di Singkawang Utara sangat besar dan bisa menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” jelasnya pada Selasa (3/2/2026).
Di samping pengembangan ekonomi, Dwi juga mengingatkan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting tetap menjadi agenda yang tidak boleh terabaikan. Berdasarkan data terkini, tercatat masih ada sekitar 19 kepala keluarga di wilayah tersebut yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Meski demikian, Pemerintah Kota memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Kecamatan Singkawang Utara dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS). Prestasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan sembari meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan lainnya.
“Isu kemiskinan ekstrem dan stunting harus menjadi agenda penting Musrenbang. Di sisi lain, capaian bebas BABS patut diapresiasi dan harus terus dipertahankan,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara keinginan masyarakat dan kebijakan pemerintah guna mewujudkan Singkawang Utara yang lebih mandiri secara pangan dan sejahtera secara sosial.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar