Ketua Pemuda Dayak Bengkayang Minta Pemuda Tak Ikut Campur Masalah Panglima P dan Saudara D
- account_circle Rinto Andreas
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- print Cetak

Menanggapi kekisruhan di Sintang, Pemuda Dayak dan POM Kabupaten Bengkayang mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi di media sosial. (Foto: Polres Sintang Mediasi Damai Panglima P dan D/Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif terus dilakukan oleh berbagai elemen organisasi di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Bengkayang. Menyikapi adanya kekisruhan yang sempat terjadi beberapa hari lalu di Kabupaten Sintang, sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan di Bengkayang turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi.
Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Ns Rian, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda Dayak di Kabupaten Bengkayang, untuk tidak ikut campur dalam persoalan yang terjadi di Kabupaten Sintang antara Panglima P dan Saudara D.
Dalam keterangannya kepada awak media pada 21 Mei 2026, Ns Rian menegaskan pentingnya menjaga stabilitas daerah dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana.
“Agar semua pemuda/i Dayak, khususnya yang ada di Kabupaten Bengkayang tidak ikut campur dan ikut serta dalam masalah antara Panglima P dan Saudara D di Kabupaten Sintang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian, serta kondusivitas di Kabupaten Bengkayang. Selain itu, masyarakat diminta tidak memperkeruh suasana melalui komentar negatif di media sosial, terlebih yang mengarah pada isu SARA.
“Tetap jaga soliditas, solidaritas dan persatuan dalam keberagaman di Kabupaten Bengkayang,” tambahnya.
Hal senada turut disampaikan oleh Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Bengkayang yang diwakili oleh Nur Agung Laksono. Dalam pernyataannya, Agung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan antar suku, agama, dan budaya yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Bengkayang.
“Kita sudah hidup sekian lama dalam keberagaman suku, agama dan budaya. Mari kita jaga itu. Segala sesuatu yang terjadi semua bisa diselesaikan tanpa harus ada kekacauan,” ungkapnya.
Menurutnya, hal yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat mampu menjaga situasi agar persoalan serupa tidak terjadi di daerah lain, khususnya di Bengkayang.
“Semua harus saling menjaga, dari lisan dan ucapan, tingkah laku, serta komunikasi antar sesama yang baik. Ingat, kita semua bersaudara, tidak ada untungnya ribut-ribut. Ketawa orang di luar sana lihat kita ribut-ribut. Jangan mau diprovokasi,” tutupnya.
Imbauan dari berbagai organisasi masyarakat tersebut diharapkan mampu menjaga suasana tetap aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Bengkayang.
- Penulis: Rinto Andreas
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar