Dari Kota Seribu Kelenteng Menuju Panggung Global: Singkawang Promosikan Toleransi di Ibu Kota
- account_circle Tim
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- print Cetak

Singkawang luncurkan program Discover Timeless Harmony di Jakarta. Menag Nasaruddin Umar apresiasi promosi kota toleran ini di kancah global. (Foto: Diskominfo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MetroSingkawang.Com — Kota Singkawang terus memperluas jangkauan promosi budaya dan pariwisatanya hingga ke tingkat nasional dan internasional melalui sebuah acara bergengsi. Program bertajuk “Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang” secara resmi diluncurkan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Kegiatan peluncuran ini bertujuan untuk menegaskan kembali posisi Singkawang sebagai ruang hidup harmoni lintas etnis dan agama yang patut dicontoh di Indonesia.
Momen peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, didampingi langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
Acara semakin meriah dengan penampilan atraktif barongsai yang memukau, serta sajian tarian Tidayu yang sarat makna.
Tarian Tidayu secara indah merepresentasikan keberagaman budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu yang telah hidup berdampingan secara damai di Kota Singkawang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa keberagaman etnik merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dirawat dan dilestarikan.
Menurutnya, konfigurasi etnik yang hidup berdampingan secara harmonis adalah sebuah rahmat yang memperindah identitas nasional.
“Ini adalah momentum penting untuk mengingat bahwa subkultur dan etnik di Indonesia adalah warna-warni yang mempercantik negeri ini,” kata Menteri Agama.
Ia berharap, semangat harmoni tanpa batas di antara masyarakat Tionghoa dan etnis lain akan terus tumbuh, tanpa jarak, sebagai satu keluarga bangsa.
Menteri Agama juga menilai langkah promosi Singkawang di ruang strategis nasional seperti Jakarta ini sebagai bagian penting menuju pengakuan global.
“Singkawang hari ini tidak lagi hanya lokal, tetapi sudah tampil di ruang global. Ini akan menjadi kontribusi indah bagi cita-cita Indonesia,” tambahnya.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Pemerintah Kota Singkawang dengan manajemen Hotel Borobudur.
Ia menilai Hotel Borobudur merupakan mitra strategis dan pintu gerbang yang efektif untuk memperkenalkan potensi budaya, kuliner, dan pariwisata Singkawang ke dunia internasional.
“Singkawang dikenal sebagai kota seribu kelenteng dan miniatur Indonesia. Berbagai suku dan agama hidup berdampingan secara harmonis, sehingga Singkawang mendapat predikat kota tertoleran,” papar Tjhai Chui Mie.
Wali Kota juga menyoroti bahwa tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena perayaan Imlek berdekatan dengan awal bulan suci Ramadan.
Pemerintah Kota Singkawang telah menyiapkan rangkaian kegiatan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadan Fair yang akan melibatkan 17 paguyuban seni budaya.
Partisipasi 17 paguyuban ini merupakan bentuk nyata perawatan dan perayaan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas tak terpisahkan dari Kota Singkawang.
“Melalui Discover Timeless Harmony, kami membuktikan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Singkawang,” pungkas Wali Kota.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar